IGNNews.id, Anambas – Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Sumatera telah memantik kepedulian dari Kabupaten Kepulauan Anambas. Sebagai wujud solidaritas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Anambas menggelar aksi penggalangan donasi besar-besaran.
Aksi kemanusiaan yang dilaksanakan pada Senin (8/12) ini dipimpin langsung oleh Bupati Anambas, Aneng, dan Wakil Bupati, Raja Bayu. Kedua pemimpin daerah ini turun ke jalan di kawasan Tarempa, memulai aksi dari pelataran Taman Bermadah, menyusuri warung ke warung, hingga mengajak pedagang di area pasar untuk berdonasi.
Antusiasme Luar Biasa, Terkumpul Rp34,7 Juta dalam Waktu Singkat
Aksi spontan ini menarik perhatian warga dan pedagang, yang banyak di antaranya secara spontan memberikan sumbangan sebagai wujud empati. Dalam waktu sekitar 2,5 jam, total donasi yang berhasil terkumpul mencapai Rp34,7 juta. Angka ini dianggap signifikan untuk penggalangan dana dalam waktu singkat di wilayah kepulauan.
Bupati Aneng menegaskan bahwa kegiatan ini adalah panggilan kemanusiaan dan membuktikan nilai gotong royong masyarakat Anambas yang tidak luntur.
“Kita sedarah, satu bangsa, semua bersaudara. Ada saudara lagi susah, kita bantu. Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa,” ujar Aneng.
Masa Donasi Diperpanjang Hingga 15 Desember
Pemkab Anambas bersama Baznas telah menetapkan masa pengumpulan donasi akan terus dibuka hingga 15 Desember mendatang, memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang ingin berbagi.
Baznas Anambas telah menyiapkan beberapa titik pengumpulan dana, termasuk di kantor Baznas, kantor kecamatan, dan rekening resmi Baznas.
“Penggalangan donasi akan terus dijalankan sampai tanggal 15. Kami buka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berbagi. Sedikit dari kita, sangat berarti untuk mereka yang sedang tertimpa musibah,” tegas Aneng.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan seluruh donasi dipertanggungjawabkan secara transparan dan disalurkan secara terkoordinasi ke lokasi bencana, diharapkan menjadi dukungan moral dan material bagi korban di Sumatera.(Adv)

