TANJUNGUBAN-ignnews.id – Sejumlah warga dan pengguna jasa pelabuhan roro ASDP Tanjunguban mengeluhkan biaya pas masuk yang mulai diterapkan sepekan terakhir ini. Pasalnya biaya pas masuk tersebut tidak tepat dan merugikan warga yang akan mengantar atau menjemput penumpang di area tersebut.
Biaya pas masuk sebesar Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 3 ribu untuk sepeda motor dinilai terlalu mahal dan tidak tepat dengan fasilitas pelabuhan yang masih belum memadai.
Tidak hanya warga atau supir serta ojek saja yang mengeluhkan biaya pas masuk tersebut, sejumlah wisatawan lokal yang datang atau masuk ke area pelabuhan juga merasa keberatan dengan sistem masuk yang hanya mengantar atau menjemput dalam waktu yang singkat.
Dika salah seorang wisatawan lokal asal Batam mengeluhkan penerapan biaya pas masuk di Pelabuhan ASDP Tanjunguban. Menurutnya biaya pas masuk tidak wajar mengingat dirinya hanya sekedar masuk dan mengembalikan mobil di dalam area pelabuhan.
“Pertama tarif Rp 5 ribu itu kemahalan, di Pelabuhan ASDP Batam juga begitu, saya sampaikan protes. Di Batam saja seperti mall, pelabuhan bahkan Bandara, untuk pengantar atau penjemput penumpang bahkan gratis jika masih di bawah 15 menit, selebihnya baru bayar, itu wajar,” jelasnya.
Dirinya yang hanya mengembalikan mobil tidak sampai 5 menit, sambungnya di Pelabuhan roro justru tetap dikenakan biaya Rp 5 ribu.
“Di Pelabuhan Telaga Punggur yang dikelola BP Batam, itu mobil masuk menjemput atau mengantar, pas masuknya hanya Rp 2 ribu saja, sedangkan di Pelabuhan ASDP sepeda motor saja sekedar masuk biayanya Rp 3 ribu,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan kondisi seperti di Tanjunguban, penerapan biaya pas masuk seperti itu akan menggunakan warga dan pengguna jasa penyeberangan.
Terpisah, Putra salah seorang penyewa kendaraan juga merasa keberatan dengan biaya pas masuk Pelabuhan ASDP Tanjunguban. Menurutnya selain merugikan pelaku usaha, pengenaan tarif juga merugikan transportasi online lainnya.
“Misalnya kami hanya menjemput atau mengantar penumpang langsung kena biaya masuk, kasihan lagi ojek online yang tak seberapa tarifnya, ada biaya pas masuk memberatkan. Apalagi sejumlah penumpang memang nyamannya di drop di dalam kawasan pelabuhan, bukan di gerbang dekat jalan raya,” keluhnya.(Aan)

