BINTAN-ignnews.id – Bintan Mangrove Cottage (BMC) salah satu operator wisata mangrove di Sebong Lagoi kembali beroperasi pada Minggu (25/1/2026) setelah tutup akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Operator wisata yang sudah beroperasi sejak tahun 2010 an ini kembali menawarkan jasa pariwisata untuk wisatawan.
BMC yang berada di sungai Sebong Lagoi ini menawarkan wisata mangrove sepanjang lebih dari 7 kilometer dengan durasi perjalanan selama kurang lebih 45 menit hingga 1 jam.
Acong, pengelola BMC pada peresmian operator tersebut mengatakan jika pihaknya kembali bangkit usai pandemi melanda Bintan 5 tahun silam. Ia mengatakan, pihaknya tetap memberikan jasa terbaik untuk perjalanan wisata mangrove dan juga kuliner dengan susana sungai dan hutan bakau yang alami.
“Kami kembali membuka usaha ini dengan semangat membangun wisata Bintan yang lebih baik,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk tujuan wisata mangrove wisatawan dapat memilih tujuan wisatanya. Pertama wisata mangrove pada siang hari yang menawarkan keindahan alami hutan bakau dan juga satwa-satwanya seperti ular bakau, ular sanca, biawak, kera atau monyet, buaya dan berbagai jenis-jenis burung khas hutan mangrove.
“Kita juga ada tur wisata kunang-kunang di hutan mangrove pada malam hari. Wisatawan dapat melihat keindahan cahaya kunang-kunang dalam jarak yang dekat sekali. Jika beruntung bahkan kunang-kunang dapat terbang ke telapak tangan pengunjung,” jelasnya.
Untuk pemesanan dan reservasi, pengunjung dapat menghubungi kontak pemasaran pada nomor 0813-6810-880 dan dapat melihat di media sosial BMC yang ada di Tiktok, Instagram dan Facebook.
Sementara itu, Arief Sumarsono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan yang hadir dalam peresmian grand opening Bintan Mangrove Cottage mengatakan dukungan penuh pemerintah terhadap wisata tersebut.
Menurutnya semakin banyak pelaku usaha pariwisata tentunya akan semakin mempromosikan Bintan di mata wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
“Kami mendukung terus dan berharap destinasi ini semakin berkembang serta memasarkan Bintan ke khalayak luas,” jelasnya
Diketahui, hutan mangrove di sungai Sebong Lagoi bukan sekedar wisata semata, keindahannya sudah teruji dan mendapatkan penghargaan Bintan Mangrove Discovery Tour PATA (Pacific Asia Travel Association) Gold Award pada tahun 2003 dan 2009 untuk kategori ekowisata hutan mangrove.(Aan)

