IGNNews.id, Bengkalis – Akselerasi mutu pendidikan tinggi Islam di Negeri Junjungan terus dipacu lewat jalinan kemitraan strategis berskala global.
Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso, secara resmi membuka perhelatan akbar Internasional Seminar on Arabic Language and Religion yang dipusatkan di Aula Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksamana Bengkalis pada Kamis, 21 Mei 2026.
Simposium internasional ini merupakan buah kolaborasi akademis konkret antara Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dengan IAIN Datuk Laksamana Bengkalis. Agenda ini menghadirkan langsung pakar bahasa sebagai narasumber utama, yaitu Ketua Unit Bahasa Arab Fakulti Pengajian Islam (FPI) Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr. Ibtisam binti Abdullah, guna membedah urgensi bahasa Arab dalam konstelasi peradaban dunia.
Dalam pidato arahannya, Wakil Bupati Bagus Santoso melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiasi kerja sama bilateral di bidang akademik tersebut.
Menurutnya, forum ini memegang peran krusial yang jauh lebih dalam dari sekadar ruang bertukar gagasan teoritis di atas mimbar. Seminar ini harus diposisikan sebagai wadah penguat program studi bahasa Arab agar mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman.
Bagus menegaskan bahwa bahasa Arab bukan sekadar alat komunikasi konvensional antar-manusia, melainkan instrumen vital pembawa khazanah ilmu pengetahuan dan sejarah peradaban Islam yang wajib dijaga eksistensinya di tengah derasnya arus modernisasi.
Lebih jauh, Wabup Bagus Santoso menyelipkan pesan dan tantangan terbuka bagi seluruh jajaran civitas akademika dan mahasiswa yang hadir. Pihaknya mengingatkan bahwa perguruan tinggi era modern tidak boleh lagi hanya fokus melahirkan sarjana yang unggul secara nilai akademik di atas kertas, tetapi gagal membaca realitas sosial.
Kampus dituntut adaptif dalam mencetak generasi muda yang mandiri, jeli menangkap peluang bisnis, serta siap turun ke masyarakat untuk membuka lapangan kerja baru.
Langkah taktis ini dinilai mendesak agar lulusan perguruan tinggi Islam di Bengkalis tidak menjadi penyumbang angka pengangguran terdidik di Indonesia, melainkan bertransformasi menjadi pengusaha handal yang membawa maslahat bagi perekonomian nasional.
Melalui momentum seminar lintas negara ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menaruh harapan besar agar sinergi ini berlanjut pada program jangka panjang, seperti proyek penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa (academic exchange), hingga pengembangan kurikulum berbasis kinerja lapangan.
Pembukaan seminar internasional yang berlangsung meriah ini turut dikawal oleh sejumlah pejabat teras pemerintah daerah, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Johansyah Syafri, Kepala Dinas PMD Ismail, Sekretaris Bappeda Syahrudin, Sekretaris Kesbangpol Anuar, serta Camat Bengkalis Rafli Kurniawan.

