Site icon IGN News

Desa Busung Latih SDM Mahir Berbahasa Asing Untuk  Kembangkan Sektor Pariwisata

Rusli Kepala Desa Busung saat menyerahkan secara simbolis modul pelatihan mahir berbahasa asing di desa tersebut, Jumat (18/4/2025) foto oleh Aan

BINTAN-ignnews.id – Pemerintah Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam bekerjasama dengan lembaga Bintan Face Education melaksanakan pelatihan berbahasa asing untuk kalangan pelajar, pemuda serta masyarakat setempat. Program yang mengedepan masih berkomunikasi tersebut secara resmi dibuka pada Jumat (18/4/2025) di Aula Kantor Desa Busung.

Rusli, Kepala Desa Busung mengatakan, program pelatihan bahasa asing tersebut merupakan dorongan dan aspirasi dari warga guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal guna mengembangkan sektor pariwisata.

“Desa Busung merupakan desa wisata saat ini, dimana saat-saat tertentu kunjungan wisatawan asing sangat banyak, bahkan setiap pekan selalu ada wisatawan asing yang datang untuk berwisata melihat Danau Biru dan Gurun Pasir Bintan,” katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya SDM yang mahir berbahasa asing, tentunya SDM lokal akan mengambil peran besar untuk mengelola kawasan wisata dan menarik wisatawan asing untuk datang keliling desa.

“Saat ini desa kami masuk sebagai kategori Desa Mandiri, sehingga perlu peran dan partisipasi bersama membangun desa. Meningkatkan kesejahteraan dan SDM yang bersaing,” ungkapnya.

Sementara itu, Setianus Zai, Pendiri Bintan Face Education mengatakan jika pola pelatihan yang akan dilaksanakan dalam berbahasa asing akan sedikit berberbeda dari program pendidikan lainnya.

“Kami mulai pekan depan dan akan dilaksanakan pelatihan selama tiga hari setiap minggunya. Hari Jumat, Sabtu dan Minggu selama 6 bulan,” katanya.

Tidak melulu belajar tatanan kata atau grammer, tetapi pelatihan bahasa asing ini khususnya bahasa Inggris, akan mengedepannya pola komunikasi yang cair dan berani.

“Jadi kami akan kedepankan pemahaman kosakata, berbicara dan berani. Jadi kita bentuk dulu mental berani tampil dan percaya diri untuk berbicara di depan umum dan orang asing. Salah benar tidak masalah untuk tahap awal, karena banyak yang gagal komunikasi bahasa Inggris disebabkan takut dan ragu atau grogi,” jelasnya.

Ia menambahkan, nantinya puluhan peserta harus berani berbicara, sembari akan diperbaiki secara bersama susunan katanya.

“Nanti setiap bulannya akan ada pelatihan langsung di lapangan, bertemu dan berkomunikasi dengan wisatawan. Jadi langsung praktek agar terbiasa dan paham dengan pengucapan-pengucapan kata-kata dari wisatawan,” imbuhnya.(Aan)

 

Exit mobile version