IGNNews.id, Tanjungpinang – Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang memastikan empat investor siap mengembangkan kawasan Free Trade Zone (FTZ) Senggarang dan Dompak pada 2026.
Sebagai informasi kawasan Dompak dirancang akan dikembangkan untuk ekspor budidaya ikan kerapu, sedangkan Senggarang bakal menjadi pusat galangan kapal.
Selain dua investasi tersebut, terdapat juga, dua investor yang saat ini masih tahap pengurusan perizinan, dua diantaranya yakni pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomis.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Tanjungpinang Cokky Wijaya Saputra menyampaikan, tahun 2026 menjadi langkah semakin positif dan optimis untuk pengembangan kawasan FTZ di Kota Tanjungpinang.
“InsyaAllah tinggal menunggu izin kementerian selesai. Kami optimistis dalam waktu dekat investor tersebut akan segera bergerak,” ungkapnya.
Cokky menyebutkan, total nilai investasi pada awal 2026 mencapai sekitar Rp60 miliar. Meski angka tersebut masih di bawah target, pihaknya tetap optimistis tren investasi akan terus naik.
“Kami yakin secara bertahap akan banyak investor yang masuk untuk mengembangkan kawasan FTZ Tanjungpinang,” katanya.
Sementara itu, Anggota II BP Tanjungpinang, Effendi, menyambut positif masuknya investor ke kawasan tersebut. Ia menilai hal ini menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap FTZ Tanjungpinang.
“Masuknya investor ini menunjukkan kawasan FTZ Tanjungpinang semakin dilirik. Ini momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
menegaskan, BP Tanjungpinang akan terus memberikan kemudahan bagi investor, mulai dari percepatan perizinan hingga penyediaan infrastruktur pendukung.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar investor merasa nyaman dan yakin menanamkan modalnya di Tanjungpinang,” tutupnya.

