Bupati Natuna Cen Sui Lan saat bercengkrama bersama Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dr. Drs. Joko Santoso
Ignnews.id, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Natuna, menggelar kegiatan Festival Literasi ke-3 tahun 2026 di Perpustakaan Idrus M. Tahar, Jalan Sihotang, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Senin (26/10/2026).
Kegiatan festival ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas literasi, dan masyarakat.
Festival yang mengusung tema “Literasi Kuat, Generasi Hebat, Natuna Bermartabat” berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Oktober 2026, dibuka secara langsung oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan.
Acara pembukaan dihadiri Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dr. Drs. Joko Santoso, M.Hum., Ketua Komisi I DPRD Natuna beserta anggota, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh ekonomi, tokoh pendidikan, serta perwakilan lembaga usaha.
Festival yang diikuti para pelajar tingkat Sekolah Dasar hingga SLTP dari berbagai sekolah serta sejumlah pengelola perpustakaan desa di Kabupaten Natuna.
Pada Sambutannya, Bupati Cen Sui Lan menyampaikan bahwa dengan penguatan budaya membaca dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan Kabupaten Natuna. Dengan adanya literasi kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis.
“Literasi merupakan satu bidang yang memiliki peranan penting dalam upaya pembangunan sumber daya manusia. Oleh sebab itu, literasi harus menjadi budaya yang dipegang erat oleh masyarakat dan ditanamkan sedini mungkin kepada generasi muda,” ujar Cen.
Karena itu, anak-anak dan generasi muda di seluruh wilayah Natuna perlu memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pengetahuan dan mengembangkan potensi diri.
Pemerintah Kabupaten Natuna berkomitmen mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas SDM, termasuk melalui penguatan budaya membaca, pengembangan perpustakaan, serta penyelenggaraan kegiatan literasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Untuk itu diperlukan kerja sama dan komitmen bersama seluruh pihak agar budaya membaca dapat tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan daerah,” pungkasnya. Laporan(Hardiansyah).

