IGNNews.id, Anambas – Pemerintah Desa (Pemdes) Tarempa Selatan menggelar sosialisasi intensif mengenai rencana pembangunan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Tarempa. Sebagai upaya memastikan pemahaman utuh dan menjaga kerukunan, Pemdes mengundang Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Anambas, Sabtu (22/11).
Sosialisasi ini melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari RT/RW, tokoh pemuda, hingga jajaran TNI dan Polri (termasuk Danlanal Letkol Laut (P) Romi Sitorus dan Kanit Binmas Polsek Siantan). Meskipun Kepala Desa Surianto berhalangan hadir, acara berjalan kondusif dan penuh kehati-hatian.
Ketua FKUB Anambas, Ali Muhsin, memberikan penjelasan tegas mengenai ketentuan pendirian rumah ibadah. Salah satu syarat krusial adalah adanya dukungan minimal 60 KTP dari warga sekitar.
“Kita berada di negara hukum. Dukungan KTP itu bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa masyarakat berdiri bersama dalam semangat toleransi,” tegas Ali Muhsin, memastikan proses berjalan sesuai undang-undang dan prinsip kerukunan.
Ajakan Harmonisasi dan Transparansi
Ketua HKBP Tarempa, Edies Simanjuntak, menyampaikan niat baik jemaat agar masyarakat dapat menerima pembangunan gereja ini sebagai bagian dari semangat hidup rukun.
“Toleransi bukan hanya kata, tetapi sikap yang harus dijaga bersama. Keberadaan gereja adalah ruang ibadah yang dibutuhkan jemaat agar dapat menjalankan keyakinan mereka secara tenang,” ujar Edies.
Sementara itu, perwakilan warga, Solihin, menyampaikan pandangannya kepada media. Ia secara pribadi mendukung pembangunan gereja, asalkan prosesnya transparan dan mengikuti aturan, terutama dalam pengumpulan dukungan masyarakat.
Solihin berharap FKUB dan pengurus HKBP dapat lebih sering hadir untuk menjelaskan setiap tahapan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ia menekankan bahwa transparansi adalah kunci kepercayaan dalam kehidupan berdemokrasi.
Di akhir pertemuan, seluruh pihak sepakat bahwa proses pengumpulan dukungan akan kembali dilanjutkan secara damai, sesuai aturan, demi menjaga harmoni di tengah masyarakat Tarempa Selatan.

