IGNNews.id, Anambas — Posisi strategis geopolitik Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai salah satu beranda terdepan pertahanan kedaulatan negara memicu lahirnya dorongan kuat agar putra-putri asli daerah mendapatkan karpet merah dalam pengabdian militer.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, secara terbuka meminta kepada jajaran petinggi TNI Angkatan Darat (AD) untuk memberikan atensi serta perhatian khusus bagi pemuda tempatan dalam proses penerimaan calon prajurit.
Usulan strategis ini dilayangkan langsung oleh orang nomor satu di Anambas tersebut sesaat setelah menghadiri upacara penutupan program TMMD Ke-128 yang dipusatkan di Desa Bayat, Kecamatan Siantan Utara, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Bupati Aneng menegaskan bahwa generasi muda bentukan wilayah maritim terluar ini sudah selayaknya memegang porsi prioritas utama dalam setiap rekrutmen pertahanan.
Faktor geografis yang bersinggungan langsung dengan batas lautan internasional menjadi alasan kuat mengapa penguatan sumber daya manusia (SDM) militer lokal mutlak diperlukan.
Menurutnya, pemuda asli daerah memiliki ikatan emosional dan penguasaan teritorial yang jauh lebih matang untuk menjaga kedaulatan wilayah tanah kelahiran mereka sendiri dari berbagai potensi ancaman asing.
Upaya lobi politik ini disampaikan langsung secara lisan kepada para pejabat tinggi TNI AD yang hadir mengawal penutupan draf program pembangunan di perbatasan tersebut.
Selama ini, animo dan minat para remaja di kepulauan terpencil Anambas untuk mengenakan seragam doreng sebetulnya sangatlah tinggi.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa mereka kerap terganjal oleh rantai keterbatasan akses informasi, minimnya fasilitas pusat pelatihan pendukung bimbingan fisik, hingga ketatnya sistem persaingan seleksi di tingkat komando daerah militer.
Merespons kendala struktural tersebut, Bupati Aneng berharap institusi TNI dapat menerapkan kebijakan afirmatif (affirmative action) berupa standarisasi penilaian atau kemudahan dalam tahapan tes tertentu, tanpa mengurangi kualitas dasar keprajuritan, agar peluang lolos bagi anak pulau menjadi jauh lebih terbuka lebar.
Gayung bersambut, usulan penambahan kuota dan dispensasi khusus bagi pemuda perbatasan ini diklaim mendapatkan sinyal hijau serta respons yang sangat positif dari jajaran komando TNI AD yang berjanji siap memperjuangkan aspirasi tersebut ke tingkat pembuat kebijakan pusat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, keberadaan program kemitraan seperti TMMD bukan sekadar urusan membenahi infrastruktur semen sasis semata, melainkan juga jembatan emas untuk merajut semangat nasionalisme warga perbatasan.
Jika semakin banyak putera daerah yang berhasil menembus barisan prajurit TNI, hal itu tidak hanya menjadi kebanggaan kolektif keluarga besar di kampung halaman, melainkan juga memperkokoh instrumen kekuatan deteksi dini pertahanan nasional secara berkelanjutan.(Adv)

