IGNNews.id, Asahan – Pemerintah Kabupaten Asahan terus mematangkan kesiapan pelaksanaan program unggulan nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Tim Satgas di Aula Melati, Senin (30/09/2025), Pemkab Asahan menargetkan pengoperasian minimal 40 dapur gizi hingga akhir tahun ini.
Program strategis ini dirancang untuk menjangkau 210.000 penerima manfaat di seluruh Kabupaten Asahan. Hingga saat ini, tercatat 23 dapur gizi telah beroperasi, sementara 3 dapur dalam tahap pembangunan dan 8 lainnya dalam proses persiapan intensif.
Wakil Bupati Asahan menegaskan bahwa program MBG merupakan prioritas daerah untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perbaikan gizi masyarakat. Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar bekerja terpadu, terutama dalam memperhatikan jangkauan layanan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
“Ini adalah tanggung jawab besar. Kita harus memastikan kualitas makanan terjaga dan layanan konsisten agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Asahan,” tegas Wakil Bupati.
Rakor ini juga membedah kesiapan teknis dari berbagai lini sektor:
-
Dinas Kesehatan: Memastikan standar kecukupan gizi dan mekanisme pelayanan medis.
-
Dinas Ketahanan Pangan: Menjamin stabilitas pasokan bahan pangan serta efisiensi rantai distribusi.
-
Dinas Lingkungan Hidup: Menekankan penerapan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) agar program berjalan ramah lingkungan.
-
Dinas Pendidikan: Menyelaraskan distribusi makanan dengan jadwal layanan di sekolah-sekolah.
Untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran, pengawasan program akan dikawal ketat oleh Satuan Pelayanan Pengawasan Internal (SPPI). Selain itu, setiap kecamatan diwajibkan menyiapkan langkah operasional yang menyesuaikan kondisi wilayah masing-masing agar dampak kesehatan masyarakat dapat terlihat secara nyata dan terukur.

