IGNNEWS.ID, LINGGA- Masyarakat Desa Mentude dan Pulau Pulon, Kecamatan Lingga membutuhkan akses jalan dan jembatan menuju Pelabuhan Sei Tenam untuk membuka isolasi daerah ini menuju ke luar daerah. Selama ini untuk bisa melakukan perjalanan ke luar daerah masyarakat melalui akses laut yang membutuhkan biaya tinggi dan tergantung pasang surut air laut.
“Apabila jalan dan jembatan ini sudah ada, masyarakat Desa Mentuda lebih dekat dan leluasa kapan saja mau ke pelabuhan Sei Tenam untuk berangkat ke Tanjungpinang, Batam, Pancur dan ibukota Kabupaten Lingga yang menjadi pusat pemerintahan. Aktivitas ekonomi, kesehatan dan sosial masyarakat menjadi murah dan tidak tergantung dengan pasang surut air laut,” kata tokoh masyarakat Lingga, M Ishak, Rabu (07/06/2023).
Pria yang pernah menjabat ketua LAM Kabupaten Lingga ini, menyadari keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Lingga mungkin tidak dapat segera memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Namun pemerintah dapat merealisasikan ya secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan anggaran yang dimiliki.
“Untuk jangka pendek saya meminta instansi terkait untuk mencari operator pelayaran agar menyinggahi daerah tersebut. Saat ini satu satunya desa di wilayah Pulau Lingga yang satu daratan yang tidak dapat diakses melalui jalur darat adakah Desa Mentude,” ucap Ishak.
Ishak berharap kedepannya Pemerintah Kabupaten Lingga dapat lebih efisien dalam melakukan program pembangunan jalan untuk membuka akses di daerah yang berjuluk Bunda Tanah Melayu ini. Beberapa program pembangunan jalan yang dilakukan saat ini tidak perioritas dibutuhkan masyarakat.
“Saya bukan tidak setuju saat ini Pemkab Lingga membuka akses jalan menuju Desa Mentude melalui Desa Kelumu. Untuk kebutuhan jangka panjang mungkin baik, tetapi untuk saat ini yang lebih dibutuhkan masyarakat membangun jalan menuju Pelabuhan Sungai Tenam yang menjadi pintu gerbang pulau sekitarnya untuk ke pusat ekonomi dan luar daerah,” imbuhnya. (tengku)

