IGNNews.id, Karimun – Nurdin Basirun selaku staf khusus gubernur Kepulauan Riau sekaligus pendiri PSK 757 Karimun memberi tanggapan mengenai kegiatan Turnamen Sepak Bola Kemerdekaan Cup 80 Tahun dengan tema “Assmuda Youth Football Festival 2025” bertempat di Stadion Gadang Perkasa, Jumat (29/08/2025).
Turnamen ini diadakan oleh asosiasi sekolah sepakbola yang ada di Kabupaten Karimun. Kegiatan ini di ikuti oleh 45 tim dibagi oleh 3 kategori usia yakni 11, 13, dan 15 tahun.
Nurdin Basirun bernostalgia dalam pembangunan stadion dengan tujuan membangun sumber daya manusia yang berintegritas serta berprestasi dalam bidang olahraga sepakbola.
“Terima kasih kepada Assmuda yang telah mengundang saya dalam pelaksanaan turnament anak-anak usia dini. Saya pribadi tentu bernostalgia termasuk stadion ini dibangun adalah bentuk usaha pemerintah Kabupaten Karimun bagaimana membangun sumber daya manusia yang terintegrasi agar generasi-generasi muda kita dapat berprestrasi untuk dibidang olahraga sepakbola.” ungkap Nurdin.
Ia juga mengatakan telah membangun lapangan bola di beberapa desa yang ada di Kabupaten Karimun pada masanya.
“Dahulu saya memiliki cita-cita setiap desa memiliki lapangan bola yang besar dan memadai dan ada beberapa desa yang sudah kita bangun pada saat itu.”
Diharapkannya agar masyarakat tidak putus semangat, meskipun sedang dalam kondisi anggaran yang terbatas dan diharapkannya juga generasi muda tidak mudah terpengaruh dengan teknologi.
“Memang kita akui dengan teknologi yang tiada batasnya ini akan mempengaruhi cara berfikir generasi muda. Salah satu upaya kita agar mereka tidak menjadi budak teknologi yaitu olahraga. Makanya saya katakan, meskipun kita sedang efisiensi dengan APBD yang terbatas, masyarakat jangan putus semangat tentu akan ada solusi dan jalan keluar.”
Ia juga mengatakan pemerintah dapat meminta bantuan dari perusahaan-perusahaan yang ada di Karimun khususnya di sektor pertambangan.
“Dengan olahraga tentunya anak-anak muda akan membangun kepercayaan diri dan tidak gampang terpengaruh dengan teknologi. Yang kita ketahui di era sekarang, keluarga dalam mengasuh anak dengan mudahnya memberikan handphone agar diam. Tapi hal ini tentu berbahaya untuk itu kepada orang tua agar menghimbau dan memantau anak mereka agar tidak terpengaruh dengan handphone.” tutupnya. (edy)

