IGNNews.id,Anambas-Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Kepulauan Anambas berlangsung lancar dan kondusif di Hotel Tarempa Beach, Tarempa, Kamis malam (27/8/2026).
Forum Musda yang menjadi agenda penting dalam proses regenerasi dan konsolidasi organisasi Partai Golkar di Kabupaten Kepulauan Anambas tersebut menetapkan Raja Bayu Febri Gunadian sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Anambas periode 2025–2030.
Menurut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Anambas, Indra Syahputra mengatakan bahwa, Raja Bayu terpilih setelah menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftarkan diri dalam proses pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Hingga tahapan pendaftaran ditutup, tidak terdapat kandidat lain yang menyerahkan berkas pencalonan untuk maju dalam pemilihan ketua,” ungkap Ketua DPD Partai Golkar Anambas, Kamis (27/8/2026).
Dengan kondisi tersebut, proses pemilihan dalam Musda berjalan relatif singkat dan menghasilkan keputusan secara aklamasi.
Dibuka Wakil Ketua DPD Golkar Kepri
Rangkaian Musda ke-IV secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau.
Pembukaan tersebut menjadi tanda dimulainya agenda musyawarah yang mempertemukan unsur pimpinan dan organisasi pendukung Partai Golkar di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Musda tidak hanya menjadi forum pergantian atau penetapan kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus memperkuat arah perjuangan partai untuk periode berikutnya.
Ia menjelaskan, berbagai unsur Partai Golkar turut memberikan dukungan terhadap proses konsolidasi organisasi dan kepemimpinan baru.
“Dihadiri Tujuh Pimpinan Kecamatan
Musda ke-IV diikuti oleh 7 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar dari total 10 pimpinan kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas,” jelas dia.
Kehadiran unsur pimpinan kecamatan menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan organisasi, mengingat PK merupakan struktur partai yang memiliki peran strategis dalam menjalankan konsolidasi hingga tingkat kecamatan.
Selain jajaran pimpinan kecamatan, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah organisasi sayap dan organisasi pendiri maupun yang berafiliasi dengan Partai Golkar, di antaranya Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), serta Kosgoro 1957.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa Musda menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi, koordinasi dan soliditas internal Partai Golkar di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Mandat Lima Tahun ke Depan
Terpilihnya Raja Bayu Febri Gunadian sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Anambas periode 2025–2030 membawa mandat besar untuk melanjutkan sekaligus memperkuat kerja organisasi.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu membangun konsolidasi internal secara lebih menyeluruh, memperkuat struktur partai di tingkat kecamatan hingga basis masyarakat, serta meningkatkan komunikasi antara pengurus, kader, organisasi sayap dan seluruh elemen pendukung Partai Golkar.
Selain konsolidasi internal, kepemimpinan lima tahun mendatang juga akan menghadapi tantangan politik yang semakin dinamis. Karena itu, soliditas organisasi, kaderisasi dan kemampuan Partai Golkar dalam merespons berbagai persoalan masyarakat menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.
Raja Bayu juga diharapkan dapat membawa Partai Golkar semakin dekat dengan masyarakat Anambas, terutama dalam menyerap aspirasi serta mendorong berbagai gagasan pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Musda ke-IV akhirnya menjadi titik awal bagi kepemimpinan baru Partai Golkar Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dengan mandat periode 2025–2030 tersebut, Raja Bayu Febri Gunadian bersama jajaran pengurus mendatang diharapkan mampu menjaga soliditas partai, memperkuat konsolidasi organisasi dan menghadirkan kerja politik yang lebih efektif bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.(red)

