Setubuhi Pacar Puluhan Kali, Remaja Di Bintan Ditahan Polisi, Sempat Diamankan RT Dikira Pencuri

Pelaku persetubuhan anak di bawah umur (tengah) saat dibawa ke ruang pemeriksaan di Polsek Bintan Utara, Selasa (4/6/2024) foto oleh Aan
banner 120x600

BINTAN-ignnews.id – RS (16) remaja putus sekolah di Bintan diamankan dan ditahan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bintan Utara pada Sabtu (1/6/2024) akibat melakukan persetubuhan dengan pacarnya Melati (bukan nama sebenarnya).

Awalnya, RS yang keluar diam-diam dari rumahnya pacarnya pada pukul 04.00 WIB itu, dikira pelaku pencurian uang warga yang berada dekat rumah korban. Namun setelah dilakukan interogasi, ternyata RS baru saja tidur diam-diam bersama korban di rumah korban.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Suwitnyo melalui Panit Reskrim Ipda Mursalim menjelaskan, awalnya Ketua RT setempat mendapati laporan warga yang kehilangan uang sebesar Rp 300 ribu di dalam rumahnya. Lantas Ketua RT melakukan patroli keamanan di sekitar pemukiman.

Saat melakukan patroli, didapati sepeda motor yang terparkir sekitar 20 meter dari rumah yang kehilangan uang tadi. Karena sepeda motor tidak dikenali dan diketahui bukan milik warga sekitar, lantas dicurigai sebagai motor pencuri.

Ketua RT dan warga lainnya lantas memantau dan menunggu motor tersebut. Sekitar pukul 04.00 WIB keluar seorang pria yang menuju dan hendak mengendarai sepeda motor tersebut. Saat ditanyai, maksud dan tujuan pria tersebut, diketahui beliau baru keluar dari rumah pacarnya.

Ketua RT selanjutnya memanggil pemilik rumah yang sedang tertidur bersama anaknya, setelah dilakukan klarifikasi, anak pemilik rumah (korban) mengakui jika RS baru saja dari rumahnya, namun ibu korban terperanjat karena tidak mengetahui kedatangan pria tersebut ke rumahnya pada dinihari.

Curiga akan apa yang dilakukan anaknya, ibu korban lantas meminta Ketua RT dan Bhabinkamtibnas membawa pria yang masih remaja tersebut ke Mapolsek Bintan Utara untuk memberikan penjelasan.

“Awalnya RS ini dikira mencuri, tetapi ternyata di tidur dan berbuat layaknya suami istri dengan korban,” jelas Mursalim, Selasa (4/6/2024)

Diterangkannya, dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku telah melakukan perbuatannya lebih dari 30 kali bersama korban dengan bujuk rayu. Pelaku pun masuk ke rumah korban untuk berpacaran secara diam-diam.

“Pelaku merupakan anak putus sekolah dari bangku kelas 2 SD, saat ini tidak bekerja. Sedangkan korban merupakan siswi yang duduk dibangku SMP,” terangnya.

Untuk pemeriksaan dan proses hukum, pihaknya melakukan proses pemeriksaan cepat karena pelaku masih di bawah umur dewasa. Pihak Bapas pun sudah dihadirkan untuk mendampingi pelaku. Kemudian untuk korban juga sudah didampingi Komisi Perlindungan Anak daerah dan juga Dinas Perlindungan Perumpuan dan Anak Kabupaten Bintan.

“Pelaku disangkakan dengan Pasal 82 ayat 1 (1) Jo Pasal 76e atau Pasal 81 Ayat 2 Jo Pasal 76d dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaku RS mengakui telah berpacaran dengan korban sejak Mei 2023 lalu. Selama berpacaran ia kerap menyetubuhi korban di rumahnya sebanyak puluhan kali dan juga di rumah korban sebanyak 3 kali.

“Iya saya ada bilang sayang dan akan bertanggungjawab kepada korban sebelum melakukan itu,” ucapnya saat diperiksa penyidik.(Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *