IGNNews.id, Singapura – Badan Pengusahaan (BP) Batam secara resmi mengaktifkan kembali peran Liaison Officer (LO) di Singapura pada Jumat (27/2/2026). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat diplomasi investasi sekaligus mempercepat realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) ke kawasan Batam.
Pengaktifan perwakilan ini menjadi bukti nyata komitmen BP Batam untuk memposisikan Batam sebagai regional execution hub bagi sektor industri, logistik, dan ekonomi hijau di kawasan Asia Tenggara.
Penunjukan Gloria Tan sebagai Liaison Officer BP Batam di Singapura ditandai dengan penandatanganan kerja sama oleh Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis. Fary menegaskan bahwa kehadiran LO akan memangkas hambatan komunikasi serta memastikan setiap minat investasi dari luar negeri dapat segera dieksekusi menjadi proyek nyata.
“Batam tidak hanya menawarkan insentif menarik, tetapi juga kepastian hukum dan kecepatan eksekusi. Kehadiran perwakilan di Singapura akan mempercepat transformasi dari sekadar minat menjadi realisasi proyek konkret,” tegas Fary.
Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap dinamika rantai pasok regional yang kian terintegrasi. Batam diposisikan sebagai simpul produksi strategis yang terkoneksi langsung dengan pasar luas di Asia-Pasifik.
Gloria Tan, yang kini mengemban amanah tersebut, menyatakan kesiapannya untuk mempererat konektivitas investasi. Menurutnya, kedekatan geografis antara Batam dan Singapura adalah modal utama yang harus dioptimalkan.
“Tugas kami adalah memastikan para investor di Singapura mendapatkan akses langsung terhadap peluang investasi yang kompetitif dan siap dijalankan di Batam,” kata Gloria.
Dukungan juga datang dari Wakil Duta Besar RI untuk Singapura, Thomas Siregar. Ia menilai penguatan kehadiran BP Batam di Singapura akan memperkokoh diplomasi ekonomi Indonesia serta membuka pintu investasi yang lebih lebar dalam ekosistem industri regional.

