Beranda Headline Vaksinasi Ibu Hamil dan Menyusui serta Anak 12-17 Tahun Mulai Juli

Vaksinasi Ibu Hamil dan Menyusui serta Anak 12-17 Tahun Mulai Juli

119
0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memimpin rapat persiapan awal pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil dan menyusui serta anak usia 12 - 17 tahun, di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (30/6/2021).

ignnews.id,Tanjungpinang-Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) H. Ansar Ahmad memimpin rapat melalui video conference guna memformulasikan persiapan awal pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil dan menyusui serta anak usia 12 – 17 tahun, di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (30/6/2021).

“Tujuannya kita rapat ini agar dapat langsung melaksanakannya setelah segala persiapan teknis sudah selesai,” ungkap Ansar.

Jenis vaksin yang digunakan untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak adalah Sinovac.

Gubernur meminta agar selambat-lambatnya dalam dua hari kedepan OPD terkait sudah selesai melakukan pendataan, kemudian melakukan  rasionalisasi jumlah vaksinator yang diperlukan.

Baca Juga:  Siswa dan Guru Bakal Mendapatkan Kuota Internet

Sesuai data, jumlah penduduk di Kepri dengan usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 227.664 orang, dengan rincian 117.663 orang laki-laki dan 110.001 orang perempuan.

“Sasaran awal kita adalah anak sekolah yang berada dalam usia tersebut. Makanya perlu adanya  pemetaan dari dinas pendidikan dari seluruh kabupaten dan kota, serta Kanwil Kemenag yang membawahi madrasah,” jelas Ansar.

Begitu juga, lanjut Ansar, pemetaan untuk ibu hamil dan menyusui oleh dinas kesehatan bekerja sama dengan instansi  terkait lainnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Besok Pesawat Mendarat Di Bandara Letung, Benarkah?

Direncanakan, vaksinasi ini menurut Gubernur akan dimulai pada  5 Juli 2021 yang akan datang di sekolah saat melakukan kunker ke Kabupaten Natuna. Gubernur yakin jika efektif, pelaksanaan vaksinasi anak sekolah akan tuntas dalam 20 hari.

Dengan vaksinasi ini, Ansar berharap tidak  sampai mengganggu proses vaksinasi bagi masyarakat umum yang saat ini masih berjalan. Juga agar screening betul-betul dilakukan secara ketat terhadap ibu hamil dan menyusui sebelum dilakukan vaksinasi.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN dr. Eni Gustina menyampaikan, latar belakang dilaksanakannya vaksinasi ini adalah kasus kematian ibu dan bayi yang meningkat akibat fokus rumah sakit terhadap covid-19.  Serta jumlah dokter spesialia obsgyn yang meninggal akibat covid19 menempati urutan kedua berdasarkan profesi kedokteran.

Baca Juga:  Gedung Pemuda Bakal Dibangun Melalui Dana CSR

“Belakangan ini, ternyata terdapat satu anak yang terpapar dari 8 kasus terkonfirmasi positif covid19  dengan 50 persen diantaranya meninggal dunia,” pungkasnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here