TANJUNGUBAN-ignnews.id – Waduk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri Tanjunguban yang berada di Sei Jago, Kecamatan Bintan Utara mengalami kekeringan sejak beberapa hari ini. Ketinggian air di waduk tersebut sudah mencapai 0 sentimeter sejak 19 Maret lalu.
Akibatnya, sebanyak 3.000 an pelanggan air bersih perusahaan daerah Provinsi Kepri yang berada di Bintan Utara sudah tidak mendapat pasokan air bersih.
Pihak PDAM Tirta Kepri melalui pengumuman yang beredar di media sosial sudah menjelaskan pasokan air sudah terhenti, jika pun ada jumlahnya sangat terbatas.
Dari pantauan di lokasi Waduk Sei Jago, kondisi waduk sudah dalam kondisi mengering dan hanya ada sedikit air di beberapa titik, namun air tersebut tidak mengalir ke arah pipa penyedot air.
Sejumlah warga juga ada yang berjalan di dalam waduk karena tidak ada air. Dalam kondisi tertinggi atau normal, waduk tersebut memiliki kedalaman 300 sentimeter atau 3 meter.
Pendi, warga Desa Lancang Kuning yang tinggal di sekitar waduk mengungkapkan jika kondisi waduk sudah kering merata di seluruh area waduk dengan luas lebih 10 hektare itu.
“Air waduk PDAM sudah kosong, kemarau,” katanya baru-baru ini.
Sementara itu, Weli salah seorang warga Tanjunguban yang merupakan pelanggan PDAM Tirta Kepri Tanjunguban membenarkan jika air sudah tidak mengalir ke rumahnya.
“PDAM sudah tidak jalan, sekarang harus cari air dari sumber lain,” katanya Rabu (25/3/2026). (Aan)

