Site icon IGN News

Warga Keluhkan Penumpukkan Sampah Di Bak Ambrol Tanjunguban, Sudah 4 Minggu Menggunung

Salah satu lokasi pembuangan sampah sementara bak ambrol di Jalan Nipah, Kelurahan Tanjunguban Kota, Selasa (9/6/2026) foto oleh Aan

TANJUNGUBAN-ignnews.id – Sejumlah titik pembuangan sampah sementara yang berada di Tanjunguban mengalami penumpukkan dan menimbulkan bau tidak sedap yang sangat menyengat. Kondisi penumpukkan sampah yang lebih dari biasanya tersebut sudah terjadi sejak 4 minggu terakhir ini.

Sampah-sampah yang menumpukkan dan tidak terangkut tersebut bahkan menyentuh ke bagian pinggir aspal jalan. Kondisi ini juga membuat kondisi bak ambrol dan sekelilingnya terlihat semakin kumuh.

Aril, salah seorang warga Tanjunguban membenarkan kondisi tersebut, dikatakanya ada tiga lokasi bak sampah yang terjadi penumpukkan dan membuat lokasi semakin menyengat bau busuknya. Bahkan beberapa titik ruas jalan pemukiman terlihat sampah-sampah menumpuk dan telat diangkut ke pembuangan.

“Sudah 4 minggu ini penumpukkan (sampah). Baunya semakin bau, penyebabnya kami tidak tahu, apa mungkin karena pengalihan jalan Lintas Barat jadi jauh pembuangannya,” katanya, Selasa (9/6/2026).

Ia mengatakan, seharusnya kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bintan. Menurutnya kondisi tersebut jangan dibiarkan begitu saja.

“Jangan sampah menggunung begini, pejabat kita enak jalan-jalan dan pakai fasilitas bagus. Bahkan membeli kendaraan-kendaraan dinas yang fungsinya tidak mendesak. Bagus untuk penanganan sampah begini, Pak Bupati tolong perhatikan!,” pintanya.

Sementara itu, dari pantauan di lokasi pembuangan sementara terlihat sampah tetap menggunung dan seolah tidak terangkut seluruhnya. Seperti di Jalan Nipah Tanjunguban Kota, Jalan Bhakti Praja dan jalan dekat Perum Citra Onyx Tanjunguban Selatan yang terlihat menggunung sampah. Penanganannya terlihat petugas membakar sampah-sampah yang mulai melebar ke bagian aspal jalan.

Terpisah, Misyanto, Koordinator Satgas Kebersihan Kecamatan Bintan Utara yang dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan saat ini hanya ada 2 kendaraan pengangkut sampah yang beroperasi. Hal ini karena satu kendaraan lainnya mengalami patah di bagian casis dan juga satu kendaraan dumptruck belum beroperasi karena belum memiliki kartu BBM solar subsidi.

“Pertengahan bulan kemarin satu truk yang mengangkut sampah mengalami patah di bagian casis, saat ini dalam perbaikan dan besok kemungkinan selesai,” terangnya.

Kemudian untuk dumptruck besar yang ada saat ini sedang tidak dipergunakan dan diperbantukan di Telukbintan untuk mengangkut sampah.

“Kalau dumptruck dipergunakan disini (Tanjunguban) ke kijang biayanya PP bisa Rp 820 ribu, karena pakai dexlite belum ada kartu solar subsidi, tapi ini sedang diurus dan semoga cepat selesai. Kemungkinan minggu ini sampai sudah terangkut seperti biasa lagi,” ungkapnya.(Aan)

Exit mobile version