IGNNews.id, Anambas – Letak geografis Kabupaten Kepulauan Anambas yang berada di jalur pelayaran internasional serta berbatasan langsung dengan negara tetangga, menuntut kewaspadaan tinggi terhadap ancaman penyakit menular. Teranyar, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas Kesehatan kini meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi masuknya Virus Nipah.
Tingginya mobilitas orang dan barang, terutama dari Kota Batam yang merupakan pintu masuk internasional, menjadi faktor risiko utama yang diwaspadai. Mengingat Anambas memiliki banyak pintu masuk jalur laut, pengawasan kesehatan di pelabuhan kini menjadi prioritas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Feri Oktavia, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Badan Karantina untuk memperketat skrining di pintu-pintu kedatangan.
“Kami berkoordinasi dengan Badan Karantina untuk mengawasi pintu masuk. Kewaspadaan ditingkatkan terutama bagi penumpang yang datang dari Batam, karena kita tahu Batam adalah pintu gerbang internasional,” ujar Feri, Selasa (3/2/2026).
Mengenal Risiko dan Gejala Virus Nipah Feri menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berasal dari hewan, khususnya kelelawar buah dan babi. Namun, penularan antar-manusia juga sangat mungkin terjadi melalui cairan tubuh, terutama air liur.
“Virus ini memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan Covid-19 karena menyerang sistem pernapasan. Selain dari hewan, penularan bisa terjadi jika mengonsumsi buah atau nira yang terkontaminasi kotoran atau air liur kelelawar,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi dini, Dinkes Anambas telah menginstruksikan seluruh tenaga medis di tiap Puskesmas untuk siaga. Hingga saat ini, Feri memastikan belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayah Kepulauan Anambas.
Imbauan bagi Masyarakat Meski situasi masih terkendali, masyarakat diimbau untuk tetap menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Bagi warga yang merasa sakit atau mengalami gangguan pernapasan, diharapkan segera menggunakan masker dan membatasi kontak fisik dengan orang lain sebagai langkah proteksi mandiri.
“Alhamdulillah, sejauh ini nihil kasus. Kami terus memantau situasi dan meminta masyarakat tidak panik namun tetap waspada serta menjaga imunitas tubuh,” pungkas Feri.

