IGNNews.id, Karimun –Bupati Karimun Ing Iskandarsyah secara resmi mengukuhkan 32 Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Kabupaten Karimun Tahun 2025 di Gedung Nasional, Jumat (15/08/2025).
Hadir dalam pengukuhan tersebut bupati Karimun, wakil bupati Karimun, sekretaris daerah Karimun, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun dan para orang tua Paskibraka.
Dalam kesempatan ini, Iskandarsyah menyampaikan harapannya terhadap paskibraka Kabupaten Karimun yang telah dikukuhkan agar mampu menjalankan tugas pengibaran dengan baik.
“Harapan kami, adik-adik paskibraka kita pada tanggal 17 Agustus nantinya dapat menjalan tugasnya dengan baik. Untuk menjadi paskibraka harus di seleksi seluruh Kabupaten Karimun, mereka dibekali selama 20 hari kemudian dikukuhkan dapat dikatakan mereka ini bibit unggul kita untuk membangun negara kita kedepannya.” ungkap Iskandarsyah.
Beliau juga mengatakan adapun salah satu putra terbaik Kabupaten Karimun yang akan menjadi Paskibraka tingkat nasional dan 3 orang di provinsi Kepri.
“Adapun kebanggaaan kita, salah satu putra terbaik Karimun menjadi paskibraka tingkat nasional dan 3 orang di provinsi.” lanjutnya.
Disamping itu terdapat edaran dari Sekneg terkait perubahan waktu upacara yang biasanya serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia jam 09.40 WIB kini diganti 08.00 WIB setelah berkoordinasi bersama provinsi Kepulauan Riau.
“Setelah melaksanakan upacara, kita berkumpul di gedung nasional untuk bersama-sama menyaksikan detik-detik kemerdekaan di Istana Negara. Untuk masyarakat, ayo kita sambut hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan suka cita dan bangga menjadi bagian bangsa Indonesia dengan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.” ucap Iskandar
Sementara itu, Nadia Putri Pratiwi salah satu anggota paskibraka Kabupaten Karimun ketika diwawancarai menyampaikan rasa sukacitanya dapat bertemu kembali bersama orangtua setelah 20 hari pelatihan.
“Perasaan saya malam ini, senang sekali saya menjalankan semuanya dengan semangat dan pada hari pengukuhan ini saya dapat bertemu orangtua.” ujar Nadia.
Nadia mengatakan dirinya ketika pelatihan hampir menyerah ingin pulang namun semuanya dapat terbantahkan dengan semangat juang serta dedikasi yang tinggi terhadap NKRI.” lanjut Nadia.
“Saya juga tidak menyangka dapat lolos di Paskibraka Kabupaten Karimun.” akhirinya.(edy)













