Catut Nama Kajari Anambas, Kepala Puskesmas Letung Tertipu Jutaan Rupiah

Kasi Intelijen Kejari Kepulauan Anambas, Bambang Wiratdany.F-Istimewa
banner 120x600

IGNNews.id, Anambas – Aksi penipuan yang mencatut nama pejabat tinggi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Anambas kembali memakan korban. Kali ini, Kepala Puskesmas Letung, Adymulianto Manurung, terpaksa menelan kerugian sebesar Rp5 juta setelah terperdaya oleh komplotan penipu yang mengaku sebagai Kajari dan Kasi Intelijen.

Peristiwa ini bermula pada Kamis (5/3/2026), saat korban dihubungi oleh seseorang melalui WhatsApp dengan nomor 0821-5172-7986 yang mengaku sebagai Kasi Intelijen Kejari Anambas, Bambang Wiratdany. Pelaku berdalih ingin berkoordinasi terkait agenda kegiatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah Anambas.

Tak berhenti di situ, korban kembali dihubungi oleh oknum lain melalui nomor 0821-1933-917 yang mengaku sebagai Kajari Anambas, Sigit Sugiarto. Dengan nada meyakinkan, kedua pelaku meminta dukungan dana untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

“Pelaku telepon mau koordinasi kegiatan Kajari dan minta bantuan dana. Karena yang menelepon mengaku sebagai Kajari, saya akhirnya percaya dan mengirimkan uang,” ungkap Adymulianto, Jumat (6/3/2026).

Korban mengaku telah mentransfer uang senilai Rp5 juta ke rekening Bank Riau Kepri (BRK) Syariah yang diberikan pelaku. Kecurigaan baru muncul setelah transaksi selesai. Saat dikonfirmasi kepada rekan media, barulah diketahui bahwa nomor-nomor tersebut bukan milik pejabat Kejari Anambas.

Menanggapi hal ini, Kasi Intelijen Kejari Kepulauan Anambas, Bambang Wiratdany, menegaskan bahwa institusinya tidak pernah meminta bantuan dana dalam bentuk apa pun kepada pejabat maupun pengusaha.

“Saya tegaskan, saya dan Pak Kajari hanya memiliki satu nomor telepon resmi. Kami tidak pernah menghubungi pihak mana pun untuk meminta bantuan dana,” tegas Bambang.

Ia juga mengungkapkan bahwa modus mencatut nama pejabat Kejaksaan ini bukan pertama kalinya terjadi. Bambang mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan selalu melakukan validasi langsung jika menerima pesan mencurigakan.

“Kami harap masyarakat lebih berhati-hati. Segera konfirmasi ke kantor kami jika ada oknum yang mengatasnamakan jaksa untuk meminta uang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *