Tembus Rp150 Juta, Perputaran Uang di Bazar Ramadan Anambas Dongkrak Ekonomi UKM

Wabup Anambas, Raja Bayu meninjau bazar Ramadan di Masjid Agung Baitul Ma'mur Tarempa. Sejauh ini para pelaku UKM merasakan dampak yang positif.F-Istimewa
banner 120x600

IGNNews.id, Anambas – Sinergi pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Kepulauan Anambas membuahkan hasil manis. Bazar Ramadan yang dipusatkan di pelataran Masjid Agung Baitul Ma’mur, Tarempa, tercatat berhasil menciptakan perputaran uang yang signifikan, bahkan diestimasi mencapai ratusan juta rupiah sejak dibuka pada 20 Februari 2026 lalu.

Bukan sekadar tempat berburu takjil, bazar ini telah menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Strategi mengumpulkan para pelaku usaha dalam satu lokasi terpadu terbukti ampuh meningkatkan volume transaksi harian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Rata-rata pendapatan harian bisa menembus Rp500 ribu, bahkan pernah mencapai lebih dari Rp1 juta dalam sehari,” ungkap Nevil, salah satu pelaku UKM yang menjajakan menu Es Kelapa Rainbow, Jumat (6/3/2026).

Kenaikan omzet yang mencolok juga dirasakan oleh Yati, pedagang aneka kue dan lauk pauk. Ia mengaku pendapatannya melonjak drastis setelah beralih dari jualan di pinggir jalan ke area bazar terpusat.

“Tahun lalu cari Rp500 ribu saja susah. Sekarang, jualan di sini bisa tembus Rp1 juta per hari. Lokasi yang terpusat membuat warga lebih mudah memilih menu, sehingga jumlah pembeli lebih merata,” jelas Yati.

Berdasarkan data di lapangan, sekitar 20 pelaku UKM aktif berpartisipasi dalam agenda tahunan ini. Dengan rata-rata omzet harian per pedagang mencapai Rp500 ribu, maka dalam satu hari diperkirakan terjadi transaksi senilai Rp10 juta di area tersebut.

Secara kumulatif, sejak awal pelaksanaan hingga pertengahan Ramadan, total perputaran uang di bazar tersebut diproyeksikan telah melampaui angka Rp150 juta. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa bazar musiman mampu memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat Tarempa.

Keberhasilan ini memicu harapan besar dari para pelaku usaha agar model bazar terpadu seperti ini terus dipertahankan di masa mendatang. Selain membantu memperkuat daya beli masyarakat, bazar ini juga menjadi ruang bagi UKM lokal untuk naik kelas melalui pemasaran yang lebih profesional dan terorganisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *