Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Wabup Bagus Santoso Gaungkan Proteksi Anak di Dunia Digital

Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Wabup Bagus Santoso Gaungkan Proteksi Anak di Dunia Digital.F-Istimewa
banner 120x600

IGNNews.id, Bengkalis – Refleksi historis atas momentum kebangkitan bangsa kini bertransformasi menjadi komitmen kuat dalam membentengi moralitas generasi muda di tengah masifnya penetrasi teknologi informasi.

Bertempat di halaman Kantor Bupati Bengkalis, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta jajaran tamu undangan mengikuti Upacara Peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dengan khidmat pada Rabu pagi, 20 Mei 2026.

Agenda sakral yang diarsiteki oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis ini mengusung misi strategis, yakni menyuarakan kedaulatan informasi serta memagari tunas bangsa dari riak negatif di era transformasi digital yang kian tanpa batas.

Rangkaian upacara berjalan tertib di bawah komando Kepala Bidang Data dan Statistik Diskominfotik Bengkalis, Azmar, selaku Komandan Upacara, serta Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso yang bertindak sebagai Inspektur Upacara dengan didampingi ajudan Muhammad Rofi Saputra.

Kesuksesan seremoni ini tidak lepas dari peran jajaran internal Diskominfotik yang bertindak sebagai perwira dan pelaksana teknis, di antaranya Sekretaris Diskominfotik Adi Sutrisno selaku Perwira Upacara, Ayu Erlina sebagai pembaca UUD 1945, Haliyun Naim selaku pemandu acara, serta Afriansyah yang memimpin pembacaan doa bagi keberkahan Negeri Junjungan.

Saat membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Meutya Viada Hafid, Wakil Bupati Bagus Santoso menegaskan bahwa esensi kebangkitan nasional pada tahun 2026 ini telah bergeser dari kedaulatan teritorial fisik menuju kedaulatan informasi digital.

Selaras dengan tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, pemerintah pusat secara berani telah memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas sejak 28 Maret 2026 lalu.

Regulasi ini secara tegas membatasi dan menunda akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial serta platform digital berisiko tinggi demi menjamin ruang siber yang sehat, aman, dan beretika bagi tumbuh kembang anak.

Di samping isu digitalisasi, pidato Harkitnas tersebut juga membawa optimisme kemandirian bangsa yang termaktub dalam program “Asta Cita” di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Berbagai program pro-rakyat kini mulai berjalan masif dan menyentuh akar rumput, mulai dari program Makan Bergizi Gratis di sekolah, pemerataan akses pendidikan lewat Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, beasiswa peningkatan kualitas SDM, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor ekonomi makro di tingkat dasar.

Menutup amanatnya, Wabup Bagus Santoso mengajak seluruh elemen akademisi, praktisi, dan pemuda di Kabupaten Bengkalis untuk terus merawat api semangat Boedi Oetomo 1908 melalui aksi nyata solidaritas sosial dan peningkatan literasi digital yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *