Sensus Ekonomi 2026 Dimulai di Karimun, Bupati Tekankan Data Akurat

Bupati Iskandarsyah dan Wabup Rocky M Bawole foto bersama usai pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di halaman rumah dinas Bupati Karimun, Senin (15/6/2026).F-Istimewa
banner 120x600

IGNNews.id, Karimun – Pemerintah Kabupaten Karimun bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan menjadi instrumen penting dalam pemetaan kondisi ekonomi daerah secara menyeluruh.

Kegiatan pencanangan berlangsung khidmat dan ditandai secara simbolis dengan pemasangan rompi petugas sensus oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah, kepada perwakilan petugas lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, data ekonomi yang akurat bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi menjadi dasar penting dalam menentukan langkah strategis pemerintah agar program pembangunan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di hadapan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Iskandarsyah menjelaskan bahwa hasil sensus ini akan dimanfaatkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, terutama dalam mendorong pertumbuhan sektor UMKM yang terintegrasi dengan sektor pariwisata serta memperkuat iklim investasi di Kabupaten Karimun.

Ia menambahkan, pemetaan data ekonomi juga akan digunakan untuk mendukung penyederhanaan regulasi dan percepatan pelayanan perizinan guna menarik lebih banyak investasi ke daerah.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Karimun, Lulus Haryono, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melibatkan 207 petugas yang akan disebar ke 14 kecamatan di Kabupaten Karimun.

Pendataan ini menargetkan sekitar 90.000 kepala keluarga serta 20.000 pelaku usaha yang terdiri dari sektor usaha mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan skala besar.

Untuk menjaga kenyamanan masyarakat, BPS menerapkan metode pendataan berbasis janji temu yang fleksibel. Petugas lapangan dapat menyesuaikan waktu kunjungan, termasuk pada sore atau malam hari, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha.

BPS juga memastikan keamanan dan kerahasiaan data responden. Melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), seluruh informasi yang dihimpun dijamin sesuai ketentuan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik pembangunan, tanpa berkaitan dengan perpajakan maupun kepentingan lainnya.

Menutup kegiatan pencanangan, Bupati Iskandarsyah mengajak seluruh masyarakat, khususnya pelaku usaha di Kabupaten Karimun, untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan akurat kepada petugas lapangan.

Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat memperkuat kualitas data ekonomi daerah yang pada akhirnya akan menjadi dasar penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karimun.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *