BINTAN-ignnews.id – Kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok di Bintan sejak sepekan terakhir ini membawa dampak bagi masyarakat. Mulai dari yang mengeluh bahkan hingga ada yang mencuri saat berbelanja di pasar.
Hal ini diungkapkan oleh Usman, salah seorang pedagang di Pasar Baru Tanjunguban pada Senin (8/12/2025) pagi saat diwawancarai. Ia mengatakan, di lapaknya berdagang, bahkan ada ibu-ibu yang mencuri saat berpura-pura membeli.
“Sejak barang langka dan naik ini sudah mulai lagi ada yang mencuri, tapi kalau sekali lagi kedapatan mencuri memang mau saya tangkap, kalau sampai saat ini kami masih kasih angin lah,” sebutnya.
Beberapa barang kebutuhan yang dicuri seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kentang hingga beberapa barang lainnya.
“Modusnya itu pura-pura belanja, nanti seperti bawang merah diambil satu atau dua genggam dan dimasukin ke kantong yang ia bawa. Nanti pas mau bayar dia cuma timbang jeruk nipis 5 atau 6 biji, itu yang dia bayar. Ibaratnya ambil 5 bayar 1,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kondisi ini memang cukup menyulitkan di tengah kondisi barang-barang yang naik bahkan stoknya kosong. Menurutnya kondisi harga dan stok barang makin parah sepekan terahir.
“Yang ada yang dijual, tapi seperti wortel ini, kami cuma dapat pasokan 1 kotak saja sehari atau seberat 5 kg. Harganya sebelunya Rp 70 ribu perkotak, kini sudah Rp 110 ribu,” jelasnya.
Ia menyampaikan juga kepada pemerintah, untuk dapat mencarikan solusi terkait permasalahan tersebut. Menurutnya, jika dibiarkan dan tidak ada aksi, maka kondisi ekonomi makin parah.
“Kepada Pak Bupati atau Wakil Bupati ayolah gerak cepat mencarikan solusi. Ini menjelang Nataru juga bahan-bahan kebutuhan sudah langka. Jangan sampai masyarakat makin sulit,” ucapnya.
Ia mengatakan, pihaknya selaku pedagang hanya menjalankan tugas pedagang, jika barang murah maka akan jual murah dan jika barang mahal maka dijual mahal.
“Kalau kami jual sesuai hukum pasar, yang akan terdampak yang masyarakat pembeli,” jelasnya.
Selain ada pembeli yang mencuri, Usman juga mengungkapkan banyak pembeli yang mengeluhkan kenaikan harga. Bahkan banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian.
“Misalnya biasa beli cabai 1 ons, karena naik, belinya kurang dari itu, begitu juga seperti bawang putih yang naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu perkilogramnya,” terangnya.(Aan)













