Waspada Surat Mutasi Palsu BKPP Bengkalis, Kepala Sekolah Diminta Tak Tertipu

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bengkalis, Djamaluddin.F-Istimewa
banner 120x600

IGNNews.id, Bengkalis – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bengkalis, Djamaluddin, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah dan kepala Taman Kanak-kanak (TK) di wilayahnya. Hal ini menyusul beredarnya surat palsu yang mencatut nama instansi BKPP dengan modus permintaan data mutasi pegawai.

Djamaluddin menegaskan bahwa surat tertanggal 2 Maret 2026 dengan nomor B.400.1.2/27/BKPP/III/2026 tersebut adalah murni tindakan penipuan. Ia meminta para tenaga pendidik untuk tidak gegabah menanggapi instruksi dalam surat tersebut.

“Kami menerima laporan adanya surat permintaan data mutasi yang masuk ke sekolah-sekolah. Setelah kami bedah, surat itu dipastikan palsu. Saya mengimbau seluruh kepala sekolah dan TK agar tidak mudah percaya,” tegas Djamaluddin, Selasa (3/3/2026).

Kejanggalan Fatal dalam Surat Palsu

Djamaluddin mengungkapkan hasil penelusuran timnya yang menemukan sejumlah kejanggalan mencolok pada surat hoaks tersebut, di antaranya:

  1. Kop Surat Salah: Penulisan alamat pada kepala surat tidak sesuai dengan standar resmi.

  2. Indeks Surat: Penomoran dan indeks surat tidak mengikuti sistem penomoran resmi BKPP Bengkalis.

  3. QR-Code Bodong: Tanda tangan elektronik menggunakan QR-code yang tidak dapat dideteksi atau tidak valid saat dipindai.

  4. Modus Kontak Langsung: Surat tersebut meminta korban menghubungi nomor pribadi 0813-1667-477 yang diklaim sebagai nomor Kepala BKPP.

Modus Penipuan Berkedok Mutasi

Dalam draf surat palsu itu, pelaku menggunakan narasi seolah-olah sedang dilakukan penataan ASN dan penyegaran organisasi di bidang pendidikan. Korban diminta melakukan koordinasi langsung untuk verifikasi dokumen administrasi.

Djamaluddin menduga kuat ada motif penipuan di balik pengiriman surat ini. Ia meminta para kepala sekolah mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP yang menerima surat serupa untuk segera melapor.

“Intinya, jangan pernah menghubungi nomor telepon yang tertera di sana. Jika menerima surat yang mencurigakan, segera konfirmasi ke BKPP atau Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis agar tidak menjadi korban penipuan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *