IGNNews.id, Karimun –Bupati Karimun Iskandarsyah menghadiri sekaligus menyerahkan secara simbolis Kartu Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bekerjasama dengan Bank BRI Cabang Tanjung Balai Karimun di SDN 06 Karimun Kecamatan Karimun, Rabu (06/05/2026).
Bupati Karimun Ing Iskandarsyah menjelaskan bahwa untuk tahap pertama di tahun 2026 ini, terdapat sebanyak 5.506 penerima manfaat di seluruh Kabupaten Karimun. Program ini merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah pusat yang dikelola bersama daerah untuk memastikan keberlangsungan pendidikan siswa.
“Kami bersinergi melakukan penyerahan program PIP (Program Indonesia Pintar) atau dulu disebutnya kartu Indonesia pintar bekerjasama dengan BRI, di Karimun ada 5506 penerima ini tahap pertama untuk tahun 2026.” jelasnya.
Adapun besaran dana bantuan PIP untuk tingkat sekolah dasar ini adalah sebesar Rp450.000 per tahun, atau Rp225.000 per semester. Bupati menekankan agar para orang tua wali murid menggunakan dana tersebut secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak.
“Gunakan kartu ini dengan benar sesuai kebutuhan, penerima PIP ini disesuaikan dengan statusnya intinya sesuai dengan kriteria. Program PIP ini juga ditentukan oleh pusat.” ungkap Iskandarsyah.
Iskandarsyah juga mengimbau masyarakat agar aktif melapor kepada perangkat RT/RW jika menemukan kendala biaya dalam pengadaan seragam maupun peralatan sekolah. Beliau mengingatkan pentingnya tertib administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) agar bantuan dapat tersalurkan tepat waktu.
“Jangan jadikan alasan apapun untuk anak tidak bersekolah juga orang tua siapkan administratif kemudian laporkan di disduk capil.” ujar Iskandar.
SDN 006 Karimun juga merupakan sekolah yang diusul untuk dilakukan revitalisasi salah satunya ruang perpustakaan guna meningkatkan minat baca siswa.
Ia juga mengatakan perbaikan kualitas pendidikan adalah pilar utama dalam menyongsong Indonesia Emas. Hal ini berkaitan erat dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
“Kita bicara tentang Indonesia emas dan kualitas pendidikan, setiap tahun ada launching indeks pembangunan manusia di dalam hal tersebur ada tiga point penting yakni kualitas pendidikan, kualitas kesehatan dan daya beli masyarakat. Ini menjadi sorotan utama kita, investasi merupakan bagian dari masa depan pendidikan.” akhiri Iskandar. (edy)











