Bupati Cen Sui Lan saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media
Ignnews.id, Natuna – Bupati Natuna, Cen Sui Lan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Natuna tidak menghendaki harga bahan pangan di Natuna mahal, karena akan berdampak langsung pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan usai menyerahkan bantuan langsung tunai kepada keluarga penerima manfaat (KPM) diwilayah kecamatan Bunguran Timur kabupaten Natuna di Kantor Pos Ranai, Jumat (18/9/2026).
Bupati Cen mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menciptakan harga bahan pangan yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat serta pemerataan logistik bagi Kabupaten Natuna.
“Kemarin saya sama Pak Gubernur berkunjung ke Kemendag. Di situ kita minta bantu, bukan minta diskresi, tapi langsung minta bantu agar ada intervensi pusat dalam menciptakan pemerataan logistik dan harga pangan yang murah di Natuna,” tegas Bupati Cen.
Ia juga mengaku tidak menginginkan biaya transportasi bahan pangan yang dari luar daerah tidak menjadi beban masyarakat.
“Ini yang kami koordinasikan dengan Kemendag Kemarin. Barang yang dari luar daerah itu menjadi mahal karena ada ongkos transportasi yang mahal,” ungkapnya.
Bahkan menurut Bupati Cen, bukan hanya ongkos mahal yang jadi faktor penyebab mahalnya harga barang di Natuna tapi juga rentang kendali yang jauh dan ketersediaan fasilitas dan sarana transportasi yang terbatas.
“Bayangkan saja ada kapal pengangkut pangan yang datang 21 hari sekali. Ini juga jadi faktor yang mempengaruhi harga maupun pemerataan logistik,” imbuhnya.
Dengan begitu ia mengaku upaya-upaya untuk menciptakan harga yang terjangkau itu harus dilakukan secara berkesinambungan sampai terwujudnya harga yang berpihak kepada masyarakat dan ketersediaan logistik yang terjamin.
“Saya akan ke Kemenko Pangan lagi, saya akan minta bantu ke Pak Menteri Zulkifli Hasan. Kita ingin pemerintah pusat mengintervensi secara langsung kondisi kita ini,” tegasnya.
Dikatakannya, koordinasi ini penting dilakukan untuk mengingatkan pemerintah pusat supaya betul-betul dapat turun langsung menyelesaikan persoalan yang menyangkut bahan pangan ini.
“Karena kalau terjadi inflasi di Natuna bukan hanya masyarakat yang kena imbas tapi juga program nasional seperti MBG bagaimana mendistribusikan bahan-bahan kebutuhannya. Jadi ini bukan hanya sebagai persoalan daerah, tapi juga persoalan nasional. Itu hal-hal yang kita terus upayakan,” tutupnya. Laporan (Hardiansyah)













