Antisipasi Kebakaran Saat Beroperasi, Yayasan Kemala Bhayangkari Hubungkan Damkar Natuna

banner 120x600
Para petugas Damkar Natuna saat memberikan materi kesiapan dan keselamatan operasional kepada para relawan MBG Yayasan Kemala Bhayangkari

Ignnews.id, Natuna – Guna memastikan kesiapan dan keselamatan operasional, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG), Shintia Dwi Oktavianti, S.Tr.Gz, menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Natuna untuk memberikan pembekalan kepada para relawan MBG Yayasan Kemala Bhayangkari, yang berlokasi di Jalan Teluk, Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan sebelum MBG resmi diaktifkan, dengan fokus utama pada antisipasi kebakaran serta keselamatan kerja di lingkungan dapur dan operasional MBG.

Dalam pembekalan tersebut, Damkar Natuna memberikan materi penting terkait penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau yang kerap disebut racun api.

Para relawan dibekali pemahaman mengenai jenis-jenis APAR, fungsi masing-masing, serta cara penggunaan yang benar dan aman saat terjadi kebakaran awal.

Shintia Dwi Oktavianti menjelaskan, bahwa APAR menjadi perlengkapan vital yang wajib dipahami oleh seluruh relawan, mengingat aktivitas MBG bersinggungan langsung dengan dapur, peralatan listrik, dan bahan mudah terbakar.

“APAR ini bukan sekadar pajangan ataupun alat pelengkap, tetapi alat penyelamat. Relawan harus tahu kapan dan bagaimana menggunakannya dengan benar agar api tidak meluas,” jelasnya.

Ia menegaskan sebelum MBG dioperasikan secara penuh pembekalan materi keselamatan dan kesiapsiagaan terus diberikan, sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan profesional.

“Kami ingin memastikan seluruh relawan siap secara pengetahuan dan mental. Keselamatan adalah prioritas utama sebelum pelayanan kepada masyarakat dijalankan,” ucapnya.

Dengan pembekalan ini, diharapkan relawan MBG mampu bertindak cepat, tepat, dan tenang dalam menghadapi situasi darurat, sehingga potensi risiko kebakaran maupun kecelakaan kerja dapat diminimalisir sejak dini.

” Semoga dengan adanya pembekalan ini mereka dapat memahami dan bisa langsung mengantisipasi kejadian,” pungkasnya. Laporan (Hardiansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *