Askab PSSI Anambas Gelar Turnamen, Hindari Anarkis Pesan Bupati

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng saat membuka acara Askab PSSI Anambas.F-Ignnews.id
banner 120x600

IGNNews.id,Anambas-Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, memberikan peringatan keras kepada seluruh pemain yang berpartisipasi dalam Turnamen Sepakbola Piala Askab PSSI 2025. Dalam sambutannya saat membuka turnamen, Aneng menegaskan bahwa pemain yang terlibat dalam kerusuhan dan tindakan anarkis di lapangan akan langsung diproses hukum dan dijebloskan ke penjara.

Instruksi tegas ini disampaikan di hadapan para peserta dan undangan yang hadir di Lapangan Sulaiman Abdullah, Kecamatan Siantan, pada Rabu (1/10).

Bupati Aneng meminta aparat kepolisian dan kejaksaan untuk tidak ragu menindak tegas para pelaku kericuhan demi menjaga ketertiban dan keamanan turnamen.

“Saya minta Pak Kapolsek untuk langsung memasukkan ke sel pemain yang bertindak anarkis. Pak Kajari, saya harap dapat memberikan penuntutan yang sesuai dan memprosesnya hingga pengadilan,” ujar Aneng dengan nada serius.

Aneng menekankan bahwa Turnamen Sepakbola Piala Askab PSSI 2025 ini adalah ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antar desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten Anambas. Oleh karena itu, tindakan anarkis dan kerusuhan sangat tidak pantas terjadi dan dapat merusak semangat persaudaraan yang ingin dibangun melalui olahraga.

Turnamen Piala Askab PSSI 2025 diikuti oleh 47 tim yang berasal dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Anambas. Mereka akan bersaing untuk memperebutkan piala bergilir yang pada edisi sebelumnya berhasil diraih oleh tim dari Kecamatan Palmatak.

Selain menekankan pentingnya menjaga ketertiban, Bupati Aneng juga mengingatkan seluruh pemain untuk menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding.

Ia menyatakan bahwa menang dan kalah adalah bagian yang tak terpisahkan dari setiap pertandingan, dan hasil tersebut seharusnya tidak menjadi pemicu terjadinya keributan.

Ketua PSSI Anambas, Sahtiar, juga menyampaikan peringatan serupa. Ia menegaskan bahwa panitia penyelenggara bersama dengan aparat keamanan akan meningkatkan pengawasan selama turnamen berlangsung. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya insiden perkelahian atau tindakan kekerasan lainnya, baik terhadap wasit, penonton, maupun pemain.

“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk insiden perkelahian atau pemukulan. Jika terjadi, sanksi yang diberikan akan lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tegas Sahtiar.

Sahtiar menambahkan bahwa disiplin dan keamanan adalah prioritas utama dalam turnamen ini. Panitia telah menyiapkan sanksi tegas, termasuk larangan bermain, bagi pemain yang terbukti melakukan tindakan yang merugikan dan mengganggu jalannya pertandingan.

“Sepak bola seharusnya menjadi sarana hiburan yang positif dan wadah untuk mempererat persaudaraan. Mari kita jaga bersama agar turnamen ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh dengan kegembiraan,” pungkas Sahtiar.

Dengan adanya peringatan keras dari Bupati Anambas dan Ketua PSSI Anambas, diharapkan seluruh peserta dan pendukung Turnamen Sepakbola Piala Askab PSSI 2025 dapat menjaga diri, menjunjung tinggi sportivitas, dan menghindari tindakan-tindakan yang dapat merusak jalannya turnamen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *