Gedung kantor Diskominfo Kabupaten Natuna
Ignnews.id, Natuna – Setelah selesai dilakukan Revitalisasi Gedung Kantor Pemerintah Daerah (Diskominfo) Kabupaten Natuna oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada tahun 2023 silam dengan menelan anggaran mencapai 5 miliar, ternyata tidak seperti yang diharapkan.
Pasalnya, revitalisasi gedung yang baru dipergunakan sekitar bulan April 2024 kemarin hingga kini banyak ditemukan kerusakan disejumlah titik diantaranya atap yang mengalami kebocoran serta dilokasi lainnya.
“Sejak kami pindah ke kantor yang baru ini (Diskominfo,red) dari luar gedung ini cukup bagus, tapi didalamnya masih kurang bagus,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Natuna, Ikhwan Solihin diruang kerjanya. Senin (14/4/2025) kemarin.
Dikatakannya, belum ada seminggu berkantor di dinas ini terlihat sudah ada beberapa atap yang mengalami kebocoran. Banyak plafon yang menunggu jebol, karena menahan genangan air hujan.
“Hingga sekarang bisa abang lihat banyak plafon yang mulai melengkung dan menunggu jebol. Ya mau gimana lagi, kita hanya bisa melihat dan menikmati pemandangan disaat hujan mulai turun, banyak rintikan air masuk melalui celah-celah plafon,” ujarnya.
Tambahnya, terkait kebocoran atap ini sudah kita sampaikan kepada pimpinan supaya bisa segera diperbaiki.
“Kita berharap jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan. Karena kondisinya sudah cukup parah,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Natuna, Agus Supardi menjelaskan bahwa pembangunan revitalisasi gedung Diskominfo dilaksanakan pada tahun 2023 dan dipergunakan pada tahun 2024 lalu.
“Iya, revitalisasi gedung Diskominfo dianggarkan pada tahun 2023 dan awal 2024 telah digunakan oleh dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, pembangunan revitalisasi gedung sudah selesai pembangunannya. Namun untuk kondisi saat ini pihaknya belum mengetahui secara rinci tentang adanya kebocoran pada gedung tersebut.
Selain itu untuk Struktur bangunan tidak ada pergantian, melainkan kasih menggunakan bangunan lama paska kebakaran gedung yang terjadi sekitar 3 tahun lalu.
“Kalau untuk kebocoran atap gedung kita belum mendapatkan informasinya. Sedangkan untuk rangka bangunan masih menggunakan bangunan lama,” pungkasnya. Laporan (Tim).













