BINTAN-ignnews.id – Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) dan sejumlah tenant di wilayah industri tersebut melakukan aksi penanaman bibit mangrove di Pantai Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam pada Rabu (30/4/2025) pagi.
Bersama perwakilan masyarakat Desa Busung, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan, TNI dan Polri, Siswa SMK serta pegiat lingkungan dan Treasure Bay Lagoi, penanaman dilangsungkan secara serentak di 6 titik yang menjadi konsen rehabilitasi lingkungan pantai.
Muhammad Hasyim, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Bintan yang mewakili Kepala DLH Bintan menyampaikan, jika aksi penanaman mangrove tersebut merupakan tindakan yang membantu penyelamatan lingkungan dan juga kelestarian bumi.
“Aksi penanaman ini dalam Peringatan Hari Bumi merupakan langkah bersama untuk membantu kelestarian bumi. Mangrove yang merupakan tananam pelindung abrasi, juga merupakan tanaman yang dapat menyerap karbondioksida lebih banyak 5 kali lipat dibandingkan tanaman hutan biasa,” katanya.
Sementara itu, Aditya Laksamana, General Manager (GM) PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) selaku pengelola Kawasan Industri Bintan Industrial Estate mengatakan jika aksi penanaman pohon ini merupakan kali pertama dilaksanakan dan akan dilakukan secara rutin sebanyak 2 kali setahun.
“Ini kami lakukan pertama kali, tapi ini akan berlangsung secara berkelanjutan. Karena setelah kami amati, di sepanjang garis pantai dekat BIE masih ada kawasan yang rusak akibat abrasi serta tidak terdapat tanaman mangrove sebagai pelindung pantai,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk bibit mangrove, ada sumbangan sebanyak 300 bibit dari peserta Tropical Night Run beberapa waktu lalu dan sisanya merupakan sumbangan dari pihak Treasure Bay Bintan di Lagoi.
“Kami libatkan banyak pihak, mulai tenant di kawasan BIE, masyarakat, pemerintah, siswa dan berbagai elemen, termasuk karbon etik dari Tanjungpinang. Nantinya kami akan memantau penanaman ini secara berkala, baik penanaman baru maupun penanaman ulang agar kawasan ini benar-benar menjadi hutan mangrove yang tumbuh baik,” jelasnya.
Harapannya, kedepannya kawasan pantai yang ditanami mangrove akan menjadi kawasan ekosistem yang mampu menjadi rumah potensi hasil laut, sehingga dapat menjadi wilayah tangkapan laut bagi nelayan di sekitar.
“Kami ingin penanaman mangrove disini menjadi kawasan percontohan. Mulai dari pelestarian hingga edukasi aturan perlindungan mangrove yang tentunya memberikan sanksi hukum bagi pelanggar atau perusak kawasan mangrove,” tambahnya.(Aan)













