Beranda Kepri Anambas Bisnis Baru Ikan Simbok Salai Sangat Gurih

Bisnis Baru Ikan Simbok Salai Sangat Gurih

101
0
Tampak menyalai ikan simbok di tungku milik warga yang masih secara tradisional

Ignnews.id,Anambas-Tergolong bisnis baru dikalangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) terkait mengasapkan jenis ikan tongkol menggunakan alat khas tradisional agar terjaga rasa keasliannya dan disebut oleh penduduk lokal yakni ikan Simbok Salai.

Nurhayati sebagai pelaku UKM yang menggeluti usaha tersebut merasa cukup dalam meraih ekonomi pendapatan keluarganya. Kini ikan salai tersebut tidak asing lagi bagi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau, dikarenakan pelanggan yang dimilikinya dari kalangan masyarakat luar daerah anambas.

“Ikan simbok yang telah di salai dan dikemas dengan baik, kami hargai dengan nilai harga Rp 30 ribu setiap ekornya. Ikan tersebut sudah disalai selama tiga hari lamanya dan kami jamin tidak ada menggunakan bahan pengawet,” ungkap Nurhayati (62) ketika ditemui ignnews.id, kemarin.

Baca Juga:  Aksi Susulan Mahasiswa Kepri Terkait Penolakan RUU Cipta Kerja

Dirinya menceritakan, sesuai dengan jadwal kapal feri cepat dirinya akan mengatur proses pembakaran ikan jelang paket ini dikirim ke pelanggan yang berada di luar daerah anambas, seperti Kota Batam, Kota Tanjungpinang dan daerah lainnya di Kepri.

“Kami harapkan bagi pelanggan yang ingin memperoleh ikan salai yang kwalitas baik, tentu bisa dilihat dari tekstur ikannya dan warna dari ikan tersebut. Jenis ikan simbok ini ada dua kategori yakini ikan simbok cureng dan ikan simbok jabat. Dua jenis ini memiliki rasa yang khas pastinya,” ucapnya.

Baca Juga:  31 Desa Dipanggil Inspektorat, Ada Apa?

Kata dia, ikan yang diperolehnya dari nelayan lokal yang memancing dilaut perairan anambas dan masih terjaga keasliannya. Tidak butuh waktu yang lama di dalam kotak es, sekitar satu hari satu malam saja ikan tersebut disimpan oleh nelayan saat melaut. Setelah itu mereka akan menjual ke pasar lokal.

“Saya pasti masih tetap butuh bantuan dari Pemda KKA terkait pembinaan dan pemasaran. Saya tidak bisa menggunakan aplikasi shope untuk menjual ikan salai. Saya menjualnya secara langsung saja atau via telepon dan promosikan di group whatsahap dan laman facebook,” sebutnya. (Thalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here