Demi Tingkatkan PAD, Bupati Hadiri Peresmian Dan Mengajak Pengusaha Cina Untuk Investasi Di Natuna

banner 120x600
Bupati Natuna Cen Sui Lan saat menyaksikan penandatanganan kerjasama antara pengusaha indonesia dengan pabrik silika yang investasi di natuna

Ignnews.id, Natuna – Bupati Natuna Cen Sui Lan menghadiri sejumlah kegiatan penting di negeri Republik Rakyat Tiongkok yang terkenal sebagai Negeri Tirai Bambu. Kunjungan kerja ini bertujuan menggandeng sejumlah pengusaha luar negeri agar dapat berinvestasi di kabupaten Natuna.

Agenda kegiatan ini dinilai sangat strategis dan berskala prioritas tinggi, tidak hanya sebagai bentuk pemenuhan undangan kehormatan (VVIP), melainkan sebagai momentum akselerasi diplomasi ekonomi, investasi, dan promosi potensi daerah di panggung internasional.

“Momen ini merupakan momen berharga, sekaligus momentum akselerasi diplomasi ekonomi, investasi, dan promosi potensi daerah. Dalam kesempatan itu saya juga bertemu pengusaha cina untuk investasi di Natuna,” ucap Bupati Natuna Cen Sui Lan. Kamis (30/7/2026).

Dikatakannya, pada kunjungan tersebut ada sejumlah agenda diantaranya menghadiri peresmian restoran indonesia yang memperkenalkan kuliner indonesia di Negeri Tirai Bambu. Kemudian mengunjungi pabrik produsen silika dan silika gel terkemuka di Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok, yang biasa hilirisasi pasir kuarsa ( silika) terbesar.

Serta konsultasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou (KJRI Guangzhou) ibu Andalusia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Shanghai dengan bapak Berliando, untuk Kabupaten Natuna yang sedang menjajaki rencana kerja sama sister city (kota kembar) dengan salah satu wilayah di Provinsi Hainan, Tiongkok.

” Saya menyaksikan penandatanganan kerjasama antara pengusaha kita dengan pabrik tersebut untuk investasi di Natuna dan disaksikan oleh pemda setempat. Selain itu saya juga bertemu langsung dengan konjen Guangchow ( ibu Andalusia) dan konjen Shanghai (bapak Berliando) membahas rencana kerja sama Internasional sister city dengan provinsi Hainan, Tiongkok, dengan tujuan mendorong hilirisasi pasir kuarsa atau silika, investasi, perdagangan, dan pariwisata. Dengan sektor garapan diantaranya Kelautan, perikanan, pendidikan, serta pertukaran budaya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Bupati Natuna akan terus membangun kemitraan strategis dengan agen perjalanan internasional dan investor demi meningkatkan pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini hanya mengandalkan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.

Pada pertemuan itu, ada target capaian konkret yang disusun dalam poin-poin strategis sebagai berikut:

1. Diplomasi Ekonomi dan Natuna Place Branding Internasional Forum global ini merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan identitas geografis, budaya, dan kedaulatan ekonomi Kabupaten Natuna. Melalui agenda Natuna Place Branding, Pemerintah Daerah dapat mempresentasikan secara komprehensif peluang investasi di sektor-sektor unggulan di hadapan para pelaku usaha, investor korporasi, komunitas bisnis internasional, serta pejabat pemerintah RRT guna menarik arus modal asing masuk ke daerah.

2. Akselerasi Hilirisasi dan Pengembangan Sektor Perkebunan Kelapa Kabupaten Natuna memiliki potensi produksi perkebunan kelapa yang sangat melimpah dan saat ini diposisikan sebagai komoditas unggulan daerah. Pemerintah Kabupaten Natuna melalui instansi teknis terkait tengah gencar menggalakkan program hilirisasi kelapa guna mengubah pola penjualan konvensional dari sekadar kelapa bulat (kelapa butir) menjadi produk-produk turunan olahan kelapa yang bernilai ekonomi tinggi.

Kebijakan jangka panjang ini bertujuan nyata untuk memutus siklus kerugian para petani akibat fluktuasi harga pasar, sejalan dengan dukungan masif Kementerian Pertanian RI melalui alokasi bantuan bibit kelapa dalam sejumlah besar (38.500 batang pada Juni 2026), program peremajaan pohon kelapa yang tua, serta perluasan lahan kelapa produktif baru seluas 350 hingga 500 hektare di beberapa kecamatan. Kehadiran langsung Bupati Natuna pada pembukaan Restoran Aroma Kelapa Indonesia di Quanzhou menjadi langkah taktis untuk mengamankan jaringan pasar internasional (ekspor), menjalin kesepakatan dengan penjamin pasar skala besar (offtaker), serta mengundang investasi teknologi pengolahan kelapa secara langsung demi mendongkrak kesejahteraan petani kelapa lokal serta memperkuat stabilitas ekonomi makro daerah melalui koordinasi TPID.

3. Promosi Ekstensif Sektor Pariwisata Global Kehadiran Bupati Natuna bertujuan untuk mempromosikan secara masif keunggulan sektor pariwisata Natuna yang bertumpu pada keindahan wisata bahari, keanekaragaman hayati (geopark), dan pesona alam kepulauan eksotis. Restoran Aroma Kelapa Indonesia di Kota Quanzhou diproyeksikan berperan sebagai showcase atau etalase kebudayaan, kuliner, dan destinasi wisata Indonesia, khususnya Kabupaten Natuna.

4. Perluasan Kemitraan Dagang dan Pasar Produk UMKM Unggulan Melalui forum tatap muka langsung di RRT ini, Kabupaten Natuna berkesempatan membuka akses perluasan jaringan pemasaran internasional yang lebih luas bagi komoditas perdagangan, produk perikanan, serta produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar mampu menembus pasar internasional.

Dengan mempertimbangkan besarnya nilai strategis dan dampak positif yang akan dihasilkan bagi kemajuan Kabupaten Natuna, kehadiran Bupati Natuna pada pertemuan itu dinilai sangat krusial dan tidak dapat diwakilkan. Pihaknya juga sudah mengajukan permohonan terkait urgensi Kehadiran pada kegiatan Grand Opening Aroma Kelapa Indonesia dan Natuna Place Branding, ke gubernur Kepri maupun ke Kementerian Dalam Negeri.

“Alhamdulillah kita sudah mengajukan permohonan izin perjalanan dinas luar negeri Kepada Gubernur Kepri dan rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri),” pungkasnya. Laporan (Hardiansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *