Beranda Kepri Anambas Gelar Musrenbang Virtual, Pemkab Anambas Fokus Tangani Ekonomi Sosial

Gelar Musrenbang Virtual, Pemkab Anambas Fokus Tangani Ekonomi Sosial

273
0
Fadhil Hasan,SH selaku Tenaga Ahli Bupati Anambas Bidang Pariwisata dari Tim Percepatan Pariwisata dan Kelautan, Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas (foto istimewa)

Ignnewa.id, Anambas – Fadhil Hasan, SH sebagai Tenaga Ahli Bupati Anambas Bidang Pariwisata dari Tim Percepatan Pariwisata dan Kelautan, Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas telah menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun 2022, Kamis (8/7). Musrenbang yang digelar secara virtual itu, fokus membahas penanganan dampak ekonomi dan sosial yang disebabkan adanya pandemi Covid-19.

Dampak yang paling umum dirasakan adalah pertumbuhan ekonomi yang benar-benar nol, dan bahkan minus 2,9 persen secara nasional.

Masyarakat hanya bertahan hidup seadanya, tanpa melakukan kegiatan ekonomi yang berisiko.

Menurut informasi yang dihimpun dia, dengan anjloknya sektor pariwisata Anambas dalam laporan dari Kepala Dinas Pariwisata Anambas melalui Masykur selaku Kepala Dinas Pariwisata Anambas yang mengatakan, bahwa sektor pariwisata turun drastis dari segi kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Bahkan, akibat dampak dari pandemi Covid-19 kunjungan wisatawan baik mancanegara dan lokal hampir nol.

Baca Juga:  Perayaan Bulan Ramadan KNPI Berbagi

Sehingga sektor pariwisata hanya bertahan dengan mengandalkan wisatawan lokal dari Anambas dan sekitarnya.

Ketika itu Masykur juga menyampaikan, saat ini sektor pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas benar-benar mati suri.

“Sektor pariwisata Anambas saat ini anjlok karena dilanda pandemi Covid-19. Tidak hanya kita saja, tetapi seluruh dunia juga merasakan hal yang sama. Apalagi Provinsi Kepri merupakan salah satu wilayah
destinasi wisata, tentunya sangat merasakan dampak secara ekonomi” kata Masykur ketika itu.

Jika dua tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke Anambas tercatat sebanyak 5.043 pengunjung.

Tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan jatuh nol termasuk lokasi wisata Pulau Bawah maupun kapal Yacht juga mengalami penurunan drastis.

Turunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Anambas, tentunya Pemkab Anambas kehilangan pendapatan daerah yang sangat signifikan dari sektor pariwisata.

Dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19 sangat luar biasa karena melemahkan perekonomian.

Baca Juga:  Pelantar II KUD Tanjungpinang Sasaran Serbuan Vaksinasi Oleh Kodim 0315/Bintan

Fadhil Hasan juga menjelaskan pernyataan Bupati terkait Salah satu visi misi Bupati dan Wakil Bupati Anambas untuk periode kedua ini adalah penguatan sektor pariwisata.

Namun dengan kondisi wabah Covid-19 yang belum reda ini, dirasa sangat sulit mengharapkan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Kata Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris menurutnya yakni, mengapa Kabupaten Kepulauan Anambas masih berharap dengan sektor pariwisata.

Lalu dijelaskan oleh Haris, karena menurutnya jika hanya bertumpu pada bagi hasil sektor Migas maka sewaktu-waktu akan habis.

“Nah kalau kita kembangkan sektor pariwisata makin lama semakin digali, dan sektor pariwisata akan semakin baik dan berkelanjutan. Pariwisata yang kita kembangkan nantinya yang menikmati bukan cuma kita saja. Tetapi sampai ke anak cucu kita bisa menikmati. Sedangkan sektor tambang terutama migas, akan habis dan rawan bencana,” jelas Haris ucap Fadil.

Ia mencontohkan, banyak negara-negara di dunia dan daerah yang sudah mengembangkan pariwisata dan pendapatannya mampu menghidupi warganya.

Baca Juga:  Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya

Fokus Pemulihan Ekonomi Musrenbang baik tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pusat masih fokus
pada pemulihan ekonomi terutama UMKM yang mati suri.

Selain itu, semua kegiatan perjalanan dinas dari dan ke Anambas ditiadakan dan hampir nol terkecuali yang sifatnya mendesak dan tidak bisa ditinggalkan.

Semua itu dilakukan, selain untuk menghemat dana yang defisit juga dimaksudkan untuk mengurangi penularan wabah Covid-19 yang
belum ada tanda-tanda berakhir.

Menurut analisa tenaga ahli, sampai Pemilu Serentak
tahun 2024 kondisi ekonomi belum tumbuh dan belum pulih total.

Tidak ada yang banyak dilakukan kecuali bertahan untuk kehidupan sehari-hari.

“Akibat dari pandemi Covid-19 ini, memang benar-benar memukul semua sektor ekonomi dan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Namun kita tetap optimis bisa bangkit dan wabah cepat berlalu,” tutup Fadhil Hasan (Fnd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here