Beranda Kepri Anambas Harga Ikan, Daging Ayam Stabil, Telor Alami Kenaikan

Harga Ikan, Daging Ayam Stabil, Telor Alami Kenaikan

233
0
Aktivitas para pembeli dan pedagang di pasar ikan di Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja, Anambas

Ignnews.id,Jemaja-Harga ikan dan Ayam serta sayur mayur dipasar Letung Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) masih stabil harga barang komoditas yang dijual dari seluruh pedagang, hanya harga Telor saja yang mengalami kenaikan, Senin (3/5/2021).

Berdasarkan keterangan dari salah seorang pedagang, Wati menjelaskan harga ikan seperti, ikan curing Rp 20 ribu perekor, cumi Rp. 20.000 perkilo, ikan selar kuning Rp. 20 ribu satu ikat, ayam Rp. 45 ribu perkilonya, ikan Rp 50 ribu sebanyak tiga ekor.

“Sejak adanya covid-19, ekonomi kami sangat berdampak. Jumlah pembeli mengalami penurunan sebelum pandemi covid-19 melanda. Harga ikan yang kami jual mengikuti harga standar saja, itupun terkadang tidak habis terjual,” ungkap Wati selaku pedagang pasar Ikan di Jemaja saat ditemui ignnews.id, Senin (3/5/2021).

Baca Juga:  Saksi Siap Hadir Atas Panggilan KPK

Diakuinya, para pedagang melakukan aktivitas setiap pagi dimulai dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Jika ikan tidak habis terjual terpaksa pedagang menyimpan kembali ke dalam peti pendingin.

“Kami harus bertahan juga demi menyambung hidup keluarga. Meskipun sepi pembeli, kami harus berjualan dipasar,” ucapnya.

Selain itu, Sarmi sebagai pedagang sayur mayur mengatakan ketika ditemui awak media ini, bahwa harga sayur mayur masih stabil, hanya jumlah pembeli saja yang mengalami penurunan.

Ia menjelaskan harga komoditi yang dijualnya saat ini, harga sayur jenis sawi dibandrol Rp 5 ribu perbuah, sedangkan wortel Rp 30 ribu, cabe basah R 50-70 ribu perkilo, sementara harga bawang merah Rp 40 ribu perkilo, kacang bonces Rp 3.000 setiap ikatnya, sayur jenis bayam Rp 5 ribu perikat.

Baca Juga:  Ini Sakit Pasien Yang Diantar Sebelum Puskel Terbakar

“Harga sayur masih stabil. Hanya harga telor saja yang alami meningkat. Dari harga sebelumnya Rp 50 ribu satu papan, saat ini Rp 60 ribu perpapan. Kami mengikuti harga pasar, jika naik, ya terpaksa kami naikan jugalah harganya,” ujar dia.

Ia berharap masa pandemi covid-19 ini cepat berlalu dan bisa kembali pulih ekonomi mereka. Jika hal ini berlangsung terus menerus, tidak menutup kemungkinan ekonomi mereka juga anjlok.

“Mudah-mudahanlah bang, pandemi ni cepat kabur dan hilang ditelan bumi. Kami dan masyarakat kecil ini yang sangat merasakan dampak buruknya,” tuturnya. (Fendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here