Beranda Kepri Anambas Keluarga Pasien Kecewa Atas Pelayanan Kesehatan Tidak Maksimal

Keluarga Pasien Kecewa Atas Pelayanan Kesehatan Tidak Maksimal

1674
0
Air Conditioner (AC) yang dibeli oleh keluarga pasien yang hendak dipasang sebagai pendingin ruang rawat inap di Rumah Sakit Lapangan Palmatak (foto istimewa)

Ignnews.id,Palmatak-Salah seorang keluarga pasien merasa kecewa atas pelayanan yang diberikan dari Rumah Sakit Lapangan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas yang sangat tidak memuaskan, warga tersebut meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas segera lakukan pengaturan terkait pelayanan kesehatan yang baik terhadap masyarakat, Sabtu (8/5/2021).

Ebet Cahyadi selaku warga sekaligus keluarga pasien ketika dikonfirmasi ignnews.id melalui telepon selulernya mengatakan, kondisi Rumah Sakit Lapangan Palmatak cukup sangat memprihatinkan, terkesan tidak ada pekerja yang melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya.

“Disejumlah ruangan tampak kotor, halaman belakang juga kotor, kondisi ruang rawat inap bagi pasien tidak ada kain penutup jendela, pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC) yang rusak dan terabaikan. Kami sedih melihat kondisi ruangan Rumah Sakit Lapangan ini,” ungkap Ebet Cahyadi kepada ignnews.id, Sabtu (8/5/2021).

Dirinya menceritakan, beberapa waktu lalu, ibunya dirawat selama lima hari, namun saat ini telah meninggal dunia. Kini orang tua lakinya (Ayah) juga butuh perawatan di rumah sakit tersebut, namun kondisi ruangan rumah sakit itu tidak berubah juga sejak dirinya ikut memantau kondisi ibunya beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga:  Fokus Pembangunan Lapangan Sepak Bola

“Dirinya mendapatkan informasi dari mulut salah seorang anggota DPRD Dapil Palmatak, bahwa, jika keluarga pasien ingin mengadakan AC di persilahkan. Itu yang disampaikan oleh anggota dewan tersebut, hal itu katanya informasi itu dari pihak rumah sakit,” ujar dia.

Setelah itu, dirinya berinisiatif mengadakan air condisioner (AC) untuk ruangan rawat inap bagi orang tuannya, AC yang rusak alih-alih sudah bisa digunakan alias telah dilakukan perbaikan setelah AC nya dibeli.

“Artinya, selama ini peralatan dan perlengkapan yang mengalami rusak tersebut kuat dugaan sengaja tidak dilakukan perbaikan. Siapa tidak jengkel, kita sudah beli AC baru, kemudian AC yang awalnya rusak menurut mereka, tiba-tiba sudah bisa digunakan atau nyala. Uang saya habis beli AC, seperti dimain-mainkan saya ini,” kesalnya.

Tambahnya, cukup miris sekali, ketika pasien membutuhkan oksigen, pihak pasien pula yang harus bersusah payah mencari atau meminta ke Rumah Sakit Tarempa. Mereka hanya menyampaikan ke pasien bahwa oksigen mulai habis dan diminta pasien segera mencarinya. Beruntung dirinya memiliki kenalan dengan sejumlah pejabat daerah, dapat melakukan koordinasi dan akhirnya oksigen yang dibutuhkan bisa diperolehnya.

Baca Juga:  Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Naik Turun Gunung

“Saya yang mengambil oksigen yang dibutuhkan Ayah saya. Kami hanya dibilang dari perawat, pak oksigennya sudah mulai habis. Kalau bisa bapak carikanlah oksigen. Hal ini tidak patut terjadi,” cetusnya.

Lanjutnya, dirinya mendesak kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya Dinas Kesehatan untuk tinjau langsung kondisi rumah sakit tersebut. Jika Direktur Rumah Sakit Lapangan Palmatak tidak mampu mengelola atau memimpin rumah sakit tersebut, diminta untuk mengundurkan diri atau jika perlu Pemda KKA ganti orang yang baru. Hal ini dinilai serius terkait pelayanan publik terhadap pasien dan masyarakat yang sangat membutuhkannya.

“Disana ada ruangan rawat inap yang baru dibangun dan fasilitasnya masih lengkap dan tergolong bagus. Akan tetapi tidak dimanfaatkan kepada pasien yang membutuhkan. Malah diletakan di ruangan yang panas tanpa AC. Tolonglah pak, berikan kami pelayanan saja, jangan tebang pilih dalam melayani masyarakat yang membutuhkannya,” keluhnya.

Baca Juga:  Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Tersalurkan

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Herianto ketika dihubungi menjelaskan, dirinya sudah mengetahui informasi tersebut dan dirinya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Ia juga berjanji akan segera menindaklanjuti dan akan turun langsung ke rumah sakit tersebut.

Terkait kebutuhan oksigen, saat ini ketersedian oksigen di Rumah Sakit Tarempa masih tercukupi dan bahkan telah mengirimnya ke beberapa rumah sakit. Diakuinya, dalam pengisian tabung oksigen alat atau mesin pengisi yang tersedia saat ini hanya bisa mengisi sebanyak empat tabung dalam waktu sehari.

“Akan segera kami tindak lanjuti. Kami juga selalu diperintahkan dari pak Bupati Kepulauan Anambas terkait pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Apalagi ketersedian oksigen dirinya sering mendapat peringatan dari pak bupati agar tetap menjaga ketersedian oksigen tersebut. Saya sudah hubungi staf di Rumah Sakit Lapangan dan saya yang akan turun langsung kesana. Dirinya juga belum bisa memastikan apa yang terjadi seutuhnya. Nantilah, kami masih melakukan koordinasi terus,” tutup dia. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here