Anggota DPRD Natuna Erwan Haryadi didampingi Kasubag umum Dinas Damkar saat mengecek kondisi mobil Pemadam yang mengalami kerusakan
Ignnews.id, Natuna – Memasuki musim kemarau dan banyaknya laporan kebakaran lahan yang terjadi belakangan ini, membuat anggota DPRD Natuna turun langsung meninjau kesiapan para petugas Dinas Pemadam Kebakaran Natuna dalam mengatasi persoalan dilapangan.
Salah satunya anggota DPRD Kabupaten Natuna, Erwan Haryadi, merasa miris usai sidak dan melihat langsung kondisi kendaraan operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna yang hanya dapat beroperasi satu unit saja.
“Sangat disayangkan, setelah kita melakukan sidak langsung ke kantor Dinas Damkar ternyata hanya satu unit mobil yang bisa beroperasi,” ucap Erwan kepada media ini, kamis (31/7/2025).
Dikatakannya, dengan keadaan sekarang ini kendaraan operasional Damkar sangat penting sekali dalam membantu masyarakat untuk memadamkan api saat kebakaran melanda.
“Bagaimana mau maksimal pelayanan publik macam ini, mobil saja pada rusak, apalagi bannya sudah pada pecah,” ujarnya.
Erwan berharap, kepada bupati natuna selaku pemerintah daerah dalam melakukan efesiensi anggaran untuk melihat kebutuhan bagi pelayanan publik yang ada.
“Jika anggaran biaya perawatan dan operasionalnya dikit bagaimana damkar mau maksimal dalam pelaksanaan di lapangan,” harapnya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Damkar Natuna, Syawal bahwa dari 4 unit mobil pemadam hanya satu yang bisa beroperasi saat ini.
Dengan rentang waktu beberapa bulan ini pergerakan mobil damkar sangat sibuk melayani panggilan darurat baik untuk penyelamatan non kebakaran maupun untuk penanganan kebakaran lahan.
“Untuk sekarang mobil pemadam ada 4 unit tapi yang dapat beroperasi hanya 1 unit. Dari 4 unit tersebut dua mobil sudah tidak layak pakai, satu mobil lagi kondisi bannya sudah rusak, dan jika dioperasikan khawatir bisa membahayakan para petugas dilapangan,” jelasnya.
Syawal mengatakan, untuk saat ini pihaknya belum bisa berbuat banyak untuk melakukan perbaikan terhadap ketiga mobil tersebut. Dan hanya menjalankan sesuai anggaran yang ada sekarang.
Dalam 1 hari saja kadang ada 4 sampai 5 penanganan evakuasi sarang tawon dan ular dan 2 sampai 3 kali penanganan pengendalian kebakaran lahan dengan kondisi mobil yang sudah tua maka sering terjadi kerusakan dan permasalahan lainnya.
“Kondisinya saat ini untuk biaya perawatan kendaraan operasional sangat minim. Kita tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya. Laporan (Hardiansyah).













