Beranda Headline Monumen 3 Matra TNI Memukau Warga Untuk Berselfie

Monumen 3 Matra TNI Memukau Warga Untuk Berselfie

152
0
Jet tempur F-5 Tiger II yang pernah menjadi andalan TNI Angkatan Udara dipajang di Monumen Tiga Matra TNI yang dibangun di Dompak, Tanjungpinang.

ignnews.id,Tanjungpinang- Di Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Kota Tanjungpinang kini memiliki Monumen Tiga Matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) yaitu dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.

Lokasi monumen tersebut ada di dekat bundaran Stadion Utama Kepulauan Riau di Dompak, Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang.

Monumen Tiga Matra TNI tersebut terdiri dari jet tempur F-5 E/F Tiger II yang mewakili TNI Angkatan Udara, kapal perang KRI Matjan Tutul-602 dari TNI Angkatan Laut dan ada kendaran lapis baja tank yang mewakili dari TNI Angkatan Darat.

Menurut salah satu pekerja pembangunan monumen tersebut, Wawan menyampaikan, monumen yang dibangun ini ada tiga monumen dalam satu area yaitu pesawat tempur, kapal perang dan tank.

“Untuk tank belum datang. Baru dua ini saja yang sudah dipasang yakni kapal perang dan jet tempur,” ucap Wawan saat di jumpai di lokasi monumen, Kamis (19/8).

Baca Juga:  Trayek Kapal Tol Laut Dialihkan, Bupati Anambas 'Berang'

Ia menururkan, pembangunan monumen ini sudah berjalan dari 3 bulan yang lalu. dan sudah ada 2 tugu yang sudah di dirikan.

“Awal mula dipasang yaitu kapal perang KRI Matjan Tutul. Nah, pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus kemarin dipasang jet tempur F-5 E/F Tiger II,” ujarnya.

Monumen Tiga Matra TNI ini merupakan monumen baru dan menjadi pemandangan menarik bagi masyarakat kota Tanjungpinang.

Kini monumen tersebut belum selesai bangun, dan masih dalam proses menunggu kendaraan lapis baja berupa tank yang mewakili TNI Angkatan Darat.

Bahkan, beberapa warga Tanjungpinang sudah mengabadikan gambar di pesawat tempur dan kapal perang tersebut.

Dari pantauan media ini di lokasi, terlihat masyarakat mulai berdatangan dan berswafoto bersama anak dan keluarganya di seore hari.

Dari masing-masing monumen yang mewakili tiga matra TNI, tentunya memiliki cerita sejarahnya atau masing-masing ikon yang melekat pada matra tersebut.

Baca Juga:  Kades Mubur Bangun Pemecah Ombak

Sebut saja kapal perang KRI Matjan Tutul-602 merupakan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) identik bagi matra laut yakni TNI Angkatan Laut.

Sejarah singkatnya, pertempuran Laut Aru adalah suatu pertempuran yang terjadi di lait Aru pada tanggal 15 Januari 1962. Pertempuran antara kapal perang Indonesia dan Belanda.

Insiden ini terjadi sewaktu dua kapal jenis destroyer, pesawat jenis Neptune dan Firefly milik Belanda menyerang RI Macan Tutul (650), RI Macan Kumbang (653) dan RO Harimau (654) milik Indonesia yang sedang berpatroli.

KRI Matjan Tutul, KRI Matjan Kumbang, dan KRI Harimau menghadapi tiga kapal perang Belanda yang jauh lebih besar yakni Eversten, Kortenaer, dan Utrecht.

KRI Matjan Tutul yang ditumpangi Komodor Jos Soedarso dibombardir oleh armada laut Belanda yang didukung pesawat terbang Neptune dan Firefly.

Hal inilah yang menyebabkan tenggelamnya KRI Mactjan Tutul, dan gugurnya Komodor Josaphat (Jos) Soedarso bersama 28 anak buahnya , sementara dua kapal lainnya selamat. Sedangkan, pesawat tempur F-5 E/F Tiger II, identik dengan TNI Angkatan Udara.

Baca Juga:  Wacana Provinsi Khusus Natuna Anambas Kembali Santer

Jet tempur yang pernah menjadi andalan TNI AU tersebut, juga memiliki sejarah panjang dalam menjaga wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesawat tempur F-5-E/F Tiger II kini telah purna tugas setelah mengudara selama 35 tahun.

Ada sejarah panjang pesawat kebanggaan TNI AU ini, untuk sejumlah operasi dan latihan di Republik Indonesia.

Kini pesawat ini telah resmi menjadi monumen tiga matra TNI di Dompak. Sejak kedatangan pertama kalinya di Indonesia, pesawat yang dijuluki ‘Sang Macan’ ini dilibatkan kedalam sejumlah operasi dan latihan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Terakhir, kendaraan lapis baja berupa tank tempur identik dengan TNI Angkatan Darat.

Dengan dibangunnya Monumen Tiga Matra tersebut, tentunya masyarakat bisa mengetahui sejarah dari masing-masing ikon setiap matra tersebut. (ahn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here