IGNNews.id, Anambas – Isu ancaman sampah laut kembali tersorot di perairan Teluk Sadang, Kecamatan Jemaja Barat, Anambas. Beruntung, aksi heroik seorang nelayan berhasil menyelamatkan dua ekor penyu yang terjebak di jaring dan tumpukan sampah pada Kamis (20/11).
Nelayan bernama Andrika menjadi orang pertama yang menemukan dua penyu yang merupakan satwa dilindungi itu dalam kondisi lemas dan kesulitan bergerak akibat seluruh tubuhnya terjerat jaring. Jemaja sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi penangkaran penyu aktif.
“Kita waktu itu mau mancing. Lewat ada sampah dan jaring hanyut, sekilas terlihat penyu. Jadi kami langsung bantu melepaskan dia dari jaring,” kata Andrika.
Tanpa menunda waktu, Andrika segera memotong jaring yang melilit tubuh penyu agar terlepas tanpa menimbulkan luka. Setelah jaring terputus, kedua penyu langsung dilepaskan kembali ke laut dan dipastikan berenang tanpa cedera serius.
“Ini yang kedua kali saya temukan. Laut kita harus tetap jadi tempat yang aman untuk penyu,” tegas Andrika, yang juga pernah melakukan penyelamatan serupa tahun lalu.
Apresiasi Bupati Aneng dan Seruan Jaga Ekosistem
Aksi spontan Andrika ini menuai apresiasi dari Bupati Kepulauan Anambas, Aneng. Ia menilai kesadaran nelayan untuk peduli terhadap satwa laut merupakan langkah nyata dalam menjaga ekosistem.
“Saya sangat mengapresiasi tindakan cepat dan kesadaran nelayan yang membantu melepaskan penyu itu. Ini contoh yang membanggakan,” ujar Aneng.
Bupati menegaskan, penyu adalah bagian penting dari rantai ekosistem laut dan harus dilindungi dari ancaman sampah dan kerusakan lingkungan. Aneng mengajak seluruh masyarakat Anambas untuk lebih peduli menjaga laut, tidak membuang sampah sembarangan, serta segera melapor jika melihat satwa yang terancam.
“Kalau kita ingin penyu tetap hidup dan berkembang, semua warga harus turun tangan. Kita jaga laut, kita jaga masa depan,” tutupnya.













