Pengawasan Ketat Terhadap Kedisiplinan ASN, Berdampak Pada Omset Sejumlah Warung

banner 120x600

Sejumlah warung saat sebelum adanya pengawasan kedisiplinan dan setelah diterapkan

Ignnews.id, Natuna – sejumlah warung makan maupun warung kopi mengeluhkan sepinya pengunjung yang datang, sejak adanya penertiban oleh para petugas Satpol-PP.

Setiap hari memasuki jam kerja ASN para petugas Satpol-PP sudah mulai melakukan penegakan kedisiplinan melalui patroli rutin yang di lakukan.

Eko salah satu pemilik warung di sekitaran kota Ranai mengatakan, semenjak adanya pengawasan kedisiplinan ASN cukup berdampak langsung pada omset pemasukan warung.

“Memang sejak adanya aturan itu, warung terasa sepi dari biasanya. Biasanya setiap kali warung buka banyak pegawai yang membelikan makan untuk bekal anaknya sekolah,” ucap singkatnya Rabu (3/9/2025).

Dikatakannya, hampir sebagai pelanggan yang datang ke warungnya rata-rata didominasi para pegawai pemerintah.

“Kebanyakan para pegawai bang yang datang ke warung kami,” cetusnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ani pemilik warung kopi menuturkan, bahwa selama ini pengunjung warungnya didominasi para pegawai pemerintah.

Namun semenjak adanya pengawasan kedisiplinan yang dilakukan oleh Satpol-PP berdampak langsung terhadap warungnya sepi dari pengunjung.

“Memang sejak adanya patroli rutin yang dilakukan satpol PP, para pegawai enggan untuk berlama-lama di warung kopi. Dan lebih memilih take awey (membawa pergi),” jelasnya.

Ia juga menambahkan, dengan kondisi ekonomi sekarang ini omset para pelaku usaha mulai menurun. Karena hampir rata-rata para pelaku usaha hanya membuka warung saat pagi hari hingga sore hari.

“Kalau omset sudah pasti menurun, apalagi kita hanya buka dari pagi hingga sore hari. Ditambah lagi kita harus membayar pajak restoran yang sudah diberlakukan dengan tarif 10 persen,” ungkapnya.

Ia mengharapkan, kepada pemerintah daerah untuk dapat mempertimbangkan kembali aturan tersebut agar dapat membantu mencarikan solusi bagi para pelaku usaha dalam kondisi seperti ini.

“Semoga aja ada jalan terbaik dalam penegakan aturan itu, setidaknya dapat meringankan beban kami selaku pelaku usaha,” pungkasnya. Laporan (Hardiansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *