IGNNews.id, Bengkalis – Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengambil langkah serius untuk memperkuat fondasi pelayanan publik di tingkat paling bawah. Melalui Sekretaris Daerah dr. Ersan Saputra TH, Pemkab Bengkalis secara resmi membuka Sosialisasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Berintegritas dan Berdaya Saing bagi seluruh kepala desa, BPD, dan pejabat terkait se-Kabupaten Bengkalis, pada Selasa (10/12/2025) di Aula Dang Merdu.
Sekda Ersan Saputra, saat membacakan sambutan Bupati Bengkalis, menegaskan bahwa memperkuat tata kelola desa kini telah menjadi kewajiban mutlak, bukan lagi pilihan. Hal ini penting mengingat desa adalah ujung tombak pelayanan.
“Desa harus bebas dari penyimpangan, bekerja secara transparan, akuntabel, dan harus mampu berinovasi agar pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Ersan.
Sosialisasi ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai instansi penegak hukum dan pengawas, termasuk Kepala Seksi Intelejen Kejari Bengkalis, Kabag Ops Polres Bengkalis, dan Inspektur Pembantu IV Inspektorat Kabupaten Bengkalis, menunjukkan komitmen Pemkab dalam mengawal integritas desa.
Fokus Pembangunan dan Transformasi Digital
Bupati melalui Sekda juga menekankan pentingnya sinergi antara Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai kunci utama kemajuan. Selain mematuhi regulasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta memperkuat koordinasi dengan APIP (Inspektorat) dan APH (Kejaksaan/Kepolisian), desa didorong aktif menyukseskan program strategis daerah, meliputi:
-
Ketahanan pangan dan penurunan stunting.
-
Pengentasan kemiskinan ekstrem.
-
Penguatan BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
-
Digitalisasi layanan publik.
Ersan menambahkan, desa yang berdaya saing di era modern adalah desa yang mampu merencanakan pembangunan berbasis data, meningkatkan pengawasan internal, membuka ruang partisipasi masyarakat, dan yang terpenting, memanfaatkan teknologi informasi untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan.
“Desa berdaya saing bukan hanya yang infrastrukturnya bagus, tetapi yang mampu mengembangkan potensi unggulan lokal, mendorong inovasi pelayanan, memaksimalkan peran BUMDes, dan mengadopsi digitalisasi administrasi,” pungkasnya, sembari menyoroti bahwa keberhasilan KDMP di setiap desa menjadi cerminan keberhasilan ekonomi daerah secara keseluruhan.













