Beranda Kepri Anambas Petani Tebang Pohon Karet Akibat Harga Anjlok

Petani Tebang Pohon Karet Akibat Harga Anjlok

68
0
Petani karet ketika ditemui dilokasi perkebunannya diakibatkan masa pandemi harga karet alami anjlok (foto ignnews.id)

Ignnews.id,Anambas-Harga karet di Kepulauan Anambas anjlok sejak mewabahnya covid-19, dari harga Rp 15.000 perkilogram turun menjadi Rp 4.000 perkilogram. Dengan kejadian tersebut, banyak petani di Anambas menebang pohon karet dan beralih menanam sayur-sayuran.

Salah satu petani, Yusnani (60), wanita paruh baya yang bekerja sebagai petani karet selama belasan tahun itu, merasa bingung ketika mendapat kabar harga karet kering turun drastis.

“Kami sebagai petani karet sangat kebingungan. Harga karet menurun drastis dari Rp 15.000 menjadi Rp 4.000 perkilogram. Selama ini saya memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil panen karet,” ungkap Yusnani, kepada ignnews.id, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga:  KPK Bersama Pemprov Kepri Gelar Rakor Pencegahan Korupsi

Menurut keterangannya, Yusnani sudah menjadi seorang janda sejak suami nya meninggal belasan tahun lalu yang mengharuskannya bekerja sendiri.

Karena kondisi ini, Yusnani memutar otak dengan mencari kerja lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan memanfaatkan tanah kosong miliknya dengan menanam berbagai macam sayuran.

“Karena tidak mungkin lagi menjadi petani karet, saya memutuskan untuk berkebun, kebetulan saya punya tanah yang lumayan luas,” sambungnya.

Sejak setahun belakangan ini, Yusnani mulai menekuni pekerjaan barunya dengan menanam pisang, sawi, kangkung, bayam, jagung, cabe dan tanaman lainnya.

Baca Juga:  Unsur Pimpinan DPRD KKA 'Bingung', Ada Apa?

“Penghasilan dari berkebun sendiri, tergantung kondisi cuaca. Kalau musim hujan, sayuran banyak yang busuk dan tidak bisa dijual atau gagal panen, tapi kalau cuaca bagus Alhamdulillah penghasilannya lumayan,” imbuh dia. (Julina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here