Proyek pekerjaan Optimalisasi pemanfaatan Embung Sebayar dengan Pipa Transmisi Air Baku Ke Bukit Berangin di kabupaten Natuna dengan anggaran Rp. 17 Miliar
Ignnews.id, Natuna – Optimalisasi pemanfaatan Embung Sebayar dengan Pipa Transmisi Air Baku Ke Bukit Berangin di kabupaten Natuna yang menelan anggaran sebesar Rp. 17 miliar dipastikan sudah selesai dikerjakan.
Proyek pembangunan pipa transmisi yang menggunakan anggaran APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam melalui SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera IV dikerjakan oleh PT. Kharisma Bina Kontruksi yang beralamat di jalan Galunggung raya no. 15 Kedundung Magersari, Mojokerto Kabupaten Jawa Timur.
Pekerjaan Optimalisasi pemanfaatan Embung Sebayar dengan Pipa Transmisi Air Baku Ke Bukit Berangin di kabupaten Natuna yang dikerjakan pada tahun 2025 lalu baru selesai dikerjakan tahun ini. Pekerjaan tersebut seharusnya selesai pada bulan Desember 2025 kemarin.
Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin yang mengatakan bahwa pekerjaan pemasangan pipa itu seharusnya selesai diakhir tahun lalu.
“Memang seharusnya pekerjaan konstruksi tersebut selesai pada tahun 2025 lalu. Namun baru selesai di bulan Januari ini, dengan alasan karena faktor cuaca jadi pengiriman barang melalui kapal mengalami keterlambatan,” ucap Zaharuddin. Minggu (1/2/2026).
Ia menjelaskan, pipa dibangun menuju reservoir di Bukit Berangin dengan ketinggian kurang lebih 160 meter di atas permukaan laut. Proyek tersebut merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan Embung Sebayar dan kini telah rampung dikerjakan.
“saat ini aset tersebut belum dilakukan serah terima kepada Pemerintah Daerah, dan pengelolaannya belum diserahkan kepada kami. Jika sudah, operasional akan langsung kita mulai,” ujar dia.
Selain itu, air baku dari Embung Sebayar akan disedot menggunakan mesin pompa, kemudian dialirkan melalui pipa tersebut menuju reservoir di Bukit Berangin, sebelum akhirnya didistribusikan kepada masyarakat. Air yang dihasilkan diperkirakan mencapai 50 liter per detik.

“Intinya jika tidak ada masalah, kita siap mengoperasikannya. Dengan teknisi yang dapat memahaminya,”pungkasnya. Laporan (Hardiansyah).













