Beranda Headline Salat Idul Adha di Anambas Tetap Dilaksanakan

Salat Idul Adha di Anambas Tetap Dilaksanakan

93
0
Kakanmenag Kabupaten Kepulauan Anambas, Drs. Erizal Abdulah

ignnews.id,Anambas-Pelaksanaan salat Idul Adha dan malam takbiran serta pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun 1442 H di Kabupaten Kepulauan Anambas dilaksanakan.

Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tersebut, dilakukan dengan pembatasan dan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.

Hal ini disampaikan, Erizal Abdullah selaku kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas berdasarkan hasil rapat dan sesuai edaran Bupati nomor 43/Kdh.KKA.680/07.2021.

“Kita mengikuti ketentuan dari pak Bupati, salat boleh dilakukan di lapangan terbuka dan untuk daerah yang tidak memiliki lapangan terbuka boleh dilakukan di masjid. Tapi hanya boleh diisi 80 persen dari kapasitas ruangan dan tentunya dengan penerapan Prokes yang ketat,” ujar Erizal Abdullah, kepada ignnews.id, Rabu(14/7).

Baca Juga:  Kasus Pelecehan Anak Di Anambas Masih Tinggi

Erizal menambahkan, sebelum pelaksanaan salat Idul Adha nantinya lokasi akan disemprotkan desinfektan dan jemaah harus mengatur jarak antar shaf minimal 1 meter.

“Tempat pelaksanaan salat nantinya akan ada petugas, yang mengawasi setiap jemaah agar menerapkan prokes. Setiap jemaah diwajibkan agar memakai masker rangkap dua saat berada di area sholat Ied. Disana jemaah juga dilarang berkontak fisik dan bersalaman,” sambung Erizal.

Selain itu Erizal juga mengatakan, masyarakat dilarang melakukan malam takbiran baik dengan arak arakan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan.

Baca Juga:  Sistem Jemput Bola Tingkatkan Pelayanan Kependudukan

“Takbir keliling ditiadakan. Takbir hanya boleh dilakukan di masjid atau musala terdekat dengan pembatasan 25 persen dari kapasitas masjid atau musala,” jelas Erizal.

Kemudian untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban , anya boleh dilakukan oleh panitia yang telah ditunjuk dan wajib dilakukan di area yang luas.
Sehingga memungkinkan untuk menerapkan jarak fisik.

“Jadi yang bisa menjadi panitia wajib memiliki sertifikat vaksin, minimal dosis pertama dan wajib melampirkan surat keterangan bebas Covid dengan hasil Rapid Test Antigen minimal 2×24 jam sebelum pemotongan hewan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Rizky Jualan Kerupuk Untuk Beli HP Belajar Online

Ia juga menambahkan, pemotongan hewan kurban hanya boleh disaksikan oleh peserta yang berkurban dan pendistribusian daging kurban dilakukan langsung oleh panitia ke rumah masing penerima atau panitia wajib mengatur jadwal pengambilan.

“Dimasa pandemi ini, mari kita ikuti anjuran pemerintah demi memutus penyebaran Covid-19 ini dan semakin banyak ibadah serta berdoa dan semoga ikhtiar yang dilakukan membuat Covid segera pergi,” tutup Erizal. (Jna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here