TANJUNGUBAN – Kondisi ekonomi saat ini terus mengalami penurunan yang signifikan, kenaikan harga yang tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan kerja kerap membuat para pekerja melakukan usaha lain di luar pekerjaan utamanya.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh pasangan suami istri (Pasutri) Sri Wahyuningsih dan Ardha. Warga Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara ini meencoba usaha warung kelontong di Jalan Datuk Sayahbandar, Kampung Kamboja, Tanjunguban Selatan yang tidak jauh dari rumahnya.
Sri Wahyuningsih yang akrab disapa Iik ini, baru memulai usahanya sepekan terakhir. Wanita yang bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan tersebut, memilih memanfaatkan waktu luang sepulang bekerja dengan berjualan di warungnya yang diberi nama Warung A3.

Di warung kelontong berukuran 5×5 meter itu, ia menjual berbagai kebutuhan rumah tangga dengan skala kecil, sembako, termasuk juga kebutuhan token listrik, pulsa serta minuman kekinian untuk anak-anak remaja.
“Kami baru mencoba berjualan ini, tentunya dengan harapan menambah penghasilan keluarga di luar jam kerja,” katanya Minggu (17/5/2026).
Bersama suaminya Ardha, Iik secara bergantian menjaga warung tersebut dan terkadang dibantu oleh kerabatnya. Sembari berjualan, mereka juga mengasuh anak-anak.
“Kami jualan biasanya mulai siang, nanti ada kerabat yang membantu, sepulang kerja, saya dan suami bergantian berjualan. Saya biasanya sampai jam 9 atau 10 malam, kemudian dilanjutkan suami sampai tengah malam. Alhamdulillah ada rejekinya,” ungkapnya.
Meskipun hanya warung kelontong skala kecil, transaksi dapat dilakukan dengan menggunakan tunai serta non tunai Qris. Harapannya memberikan kemudahan bagi pembeli.
“Usaha ini kami rintis memang diharapkan menambah pendapatan keluarga. Menurutnya suami istri juga harus bersama berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, meskipun suami juga bekerja di staf pemerintahan,” ucapnya.(Aan)













