Beranda HukRim Sindikat Prostitusi Gunakan Aplikasi Michat Terbongkar Oleh Polisi

Sindikat Prostitusi Gunakan Aplikasi Michat Terbongkar Oleh Polisi

297
0
Ilustrasi sindikat prostitusi online memanfaatkan aplikasi Michat terbongkar oleh Polisi (foto net)

ignnews.id,Tangerang-Memanfaat aplikasi Michat dua orang tersangka melakukan operandi sindikat prostitusi

secara online terbongkar oleh Personel Unit Reskrim Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

Dari pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan 2 orang tersangka yakni DR seorang pria berusia 19 tahun yang berperan menawarkan perempuan kepada lelaki hidung belang. Dan DD berusia 50 tahun yang berperan sebagai mucikari dan yang menyediakan tempat atau kamar serta alat kontrasepsi.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat konferensi pers di Mapolsek Cisoka, kemarin menerangkan, awalnya petugas mendapatkan informasi bahwa salah satu rumah di Desa Sumur Bandung kerap dijadikan lokasi prostitusi.

Baca Juga:  Pesan Dari Kasal Saat Perayaan HUT TNI AL ke 75

“Kemudian Polsek Cisoka melakukan penyelidikan dan dari hasil penyelidikan dilakukan penindakan dengan melakukan penggerebekan ke rumah tersebut pada Selasa, 31 Agustus 2021 tengah malam,”kata Wahyu kepada sejumlah media melalui pres rilisnya, kemarin.

Dari penggerebekan itu, polisi mendapati 2 orang perempuan berinisial SM berusia 20 tahun dan SL berusia 19 tahun. Kedua perempuan tersebut diduga merupakan perempuan yang ditawarkan tersangka DR ke lelaki hidung belang.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Dari keterangan para tersangka dan saksi-saksi, diketahui modus operandi prostitusi itu menggunakan aplikasi Michat. Tersangka DR menawarkan perempuan kepada lelaki hidung belang.

Baca Juga:  Buronan Berisiko Tinggi Terpidana Adelin Lis dijebloskan ke Rutan Salemba

Kemudian ketika harga sudah disepakati, DR pula yang menjemput perempuan untuk dibawa ke rumah tersangka DS yang dijadikan lokasi prostitusi. Menurut keterangan tersangka dan saksi, setiap transaksi berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp500 ribu.

“Tersangka DR mendapatkan Rp30 ribu untuk setiap transaksi dan tersangka DD mendapatkan Rp70 ribu. Tersangka DD pula yang menyiapkan alat kontrasepsi,”terang Wahyu.

Saat ini, kasus itu sedang dalam penyelidikan mendalam. Polisi mengamankan barang bukti berupa kondom, 2 unit telepon genggam, dan uang tunai diduga hasil transaksi prostitusi.

Baca Juga:  Artis Cantik Jane Shalimar Meninggal Dunia Setelah Melawan Penyakit Covid-19

Para tersangka dijerat Pasal 296 KUHP dan 506 KUHP atau Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE.l dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here