Beranda Kepri Anambas 10 Tenaga Kerja SP II Di Rapid Test Ulang

10 Tenaga Kerja SP II Di Rapid Test Ulang

241
0
Tampak Tim Polres mengawasi Tim medis melakukan pemeriksaan Rapid Test terhadap 10 tenaga kerja SP II.(foto IGNNEWS.ID)

Ignnews.id, ANAMBAS-Menjawab keresahan sejumlah masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas terkait kedatangan 10 tenaga kerja pembangunan jalan SP II di Kecamatan Siantan dilakukan rapid test dengan hasil menunjukan non reaktif.

Tim Polres Kepulauan Anambas meminta kepada tim kesehatan Gugus tugas Covid-19 untuk melakukan rapid test terhadap 10 tenaga kerja tersebut.

“Hasilnya non reaktif setelah dilakukan rapid test. Seluruhnya aman dan mereka terus melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari,” ungkap AKBP Cakhyo Dipo Alam SIK selaku Kapolres Anambas melalui Kasatreskrim Iptu Julius M Silaen kepada IGNNEWS.ID, Rabu (20/5/2020).

Baca Juga:  Menkopolhukam Cakap, Anambas Zona Hijau Menuju Kehidupan Normal Baru

Menurut Julius, hal ini dilakukan menjawab keresahan sejumlah masyarakat terkait kedatangan tenaga kerja di Kabupaten Kepulauan Anambas dari Kota Tanjungpinang sebelumnya. Diketahui, Kabupaten Kepulauan Anambas masuk kategori zona hijau hingga saat ini.

“Setelah 14 hari menjalani isolasi mandiri, para tenaga kerja itu baru bisa melakukan aktivitas sebagai tenaga kerja di proyek pembangunan Jalan SP II di Kecamatan Siantan,” ucap dia.

Sedangkan, Baban selaku tim kesehatan Gugus tugas covid-19 Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, tenaga kerja tersebut sudah dilakukan rapid test ketika tiba di Anambas pada tangga 14/5/2020 kemarin. Namun untuk memastikan kembali, pihaknya mengakomodir agar dapat dilaksanakan pemeriksaan rapid test dan hasilnya sepuluh tenaga kerja tersebut non reaktif.

Baca Juga:  Menelusuri Kematian 'AS' Dugaan Gantung Diri, Ada Apa?

“Alat rapid test yang disediakan oleh Pemda sekitar 1000 unit. Kita sudah salurkan ke masing-masing puskesmas di Anambas,” jelas dia.

Tambahnya, para tenaga kerja ini tidak dibenarkan melaksanakan pekerjaan selama melaksanakan isolasi mandiri.

“Jika mereka bekerja tanpa ada pemberitahuan kepada tim sebelum usai isolasi mandiri, maka akan dikembalikan ke daerah asalnya,” tukas dia. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here