BINTAN-ignnews.id – Sebanyak 30 orang yang merupakan kru Kapal Motor (KM) Pacific Memory II selamat setelah kapal yang mereka pergunakan tenggelam di Perairan Berakit Utara berbatasan dengan Singapura pada Selasa (20/5/2025) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB.
Kapal yang akan melakukan penangkapan ikan di sekitar perairan Anambas dan Natuna tersebut tenggelam setelah tertabrak kapal tanker yang tidak diketahui identitasnya. Kru kapal yang sebagian sedang tidur tersebut terkejut dan langsung menggunakan alat seadanya untuk menyelamatkan diri.
Awak kapal yang tenggelam sekitar 4 jam di lautan tersebut akhirnya selamat setelah kapal MV Andros Spirit yang melintas menyelamatkan mereka yang terombang ambing.
Rahmat Nuzul, salah seorang kru mengungkapkan jika mereka berasal dari Tanjungbalai Asahan, Kapal mereka kemudian menuju Telaga Punggur Batam, untuk selanjutnya melaut ke Laut Natuna dan Anambas.

“Saat kejadian kru sebagian besar tertidur. Saat ada benturan kapal baru semua terbangun. Kemudian kapal sempat miring tenggelam ke arah kanan dan kemudian berbalik normal lagi. Disitu semua kru berusaha menyelamatkan diri,” sebutnya.
Setelah kejadian tersebut, kapal mulai tenggelam dan terbalik. Kondisi lambung kapal yang masih mengapung dijadikan kru untuk lokasi mengapung.
“Ada kapal lewat, kami kasih kode minta tolong. Kemudian kami dinaikan ke kapal dan diberi baju wearpack agar tidak kebasahan,” jelasnya.
Sementara itu, Sugeng Riyono, Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjunguban mengatakan jika pihaknya bersama pihak terkait telah melakukan evakuasi 30 kru KM Pacific Memory II yang tenggelam tersebut. Bersama stakeholder terkait seperti Bakamla, Satpolair Polres Bintan, Basarnas Tanjungpinang serta Karantina Kesehatan melakukan evakuasi dan pemeriksaan kesehatan kru.
“Kami melalui KN Rantos membawa 16 kru kapal yang selamat dan Kapal Bakamla membawa 14 kru. Semua sudah kita evakuasi bersama Basarnas dan Satpolair Polres Bintan ke Pangkalan kami,” jelasnya.
Setelah didata dan dicek kesehatan, PPLP Kelas II Tanjunguban selanjutnya berkoordinasi dengan pihak agen dan perusahaan kapal untuk penyerahan semua kru.(Aan)













