IGNNews.id,Anambas-Perpustakaan Daerah Kepulauan Anambas menjadi saksi sebuah momen tak terduga yang sarat makna. Suasana yang biasanya tenang mendadak semarak dengan kehadiran Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, bersama sang istri, Shinta, yang memilih menghabiskan malam minggu mereka di tengah-tengah para pelajar dan pegiat literasi. Kehadiran pemimpin daerah ini sontak menjadi kejutan manis yang membangkitkan semangat dan keceriaan di antara pengunjung, Sabtu (27/9/2025) malam.
Alih-alih berada di panggung seremonial atau acara formal, pasangan suami istri ini memilih untuk berbaur langsung dengan anak-anak. Mereka duduk lesehan di lantai, di antara rak-rak buku yang menjulang dan meja belajar sederhana, menciptakan suasana akrab tanpa sekat.
Pantauan media ini dilokasi menunjukkan Bupati Aneng dan Shinta terlibat dalam percakapan ringan, sesekali melontarkan candaan, dan berbagi cerita inspiratif tentang betapa pentingnya membaca. Wajah-wajah anak-anak tampak berbinar, memancarkan kegembiraan dan antusiasme yang luar biasa.
Bupati Aneng menjelaskan bahwa kedatangannya bersama istri bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah misi untuk menanamkan motivasi dan dorongan moral yang kuat.
“Kami datang malam ini karena ingin memotivasi langsung anak-anak kami. Perpustakaan ini bukan tempat yang membosankan, melainkan ‘rumah ilmu’ yang tak terbatas. Anak-anak harus sering datang ke sini, karena dengan membaca, kita membuka jendela dunia dan memiliki kekuatan untuk menaklukkan setiap tantangan yang ada,” ujar Aneng, suaranya penuh keyakinan.
Ia menekankan bahwa minat literasi adalah fondasi krusial yang harus ditanamkan sejak usia dini. Di tengah arus globalisasi yang serba cepat, Aneng menegaskan bahwa buku dan pengetahuan adalah benteng utama bagi generasi muda Anambas untuk menghadapi kompleksitas zaman.
“Literasi adalah senjata paling ampuh untuk melawan kebodohan dan keterbatasan. Dengan literasi yang kuat, kalian bisa menjadi pemimpin masa depan, ilmuwan terkemuka, atau mencapai apa pun yang kalian cita-citakan. Masa depan Anambas ada di tangan kalian, dan itu dimulai dari kebiasaan membaca,” tegasnya lantang, disambut anggukan kepala dari anak-anak.
Lebih lanjut, Aneng secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada para siswa yang memilih perpustakaan sebagai tempat menghabiskan malam minggu mereka, alih-alih terjebak dalam godaan hiburan yang berpotensi membawa dampak negatif.
“Saya sangat bangga malam ini melihat anak-anak Anambas lebih memilih membaca dan belajar daripada terjerumus dalam pergaulan bebas. Ini adalah contoh teladan yang harus ditularkan dan menjadi inspirasi bagi teman-teman sebaya lainnya,” katanya, menyoroti pentingnya pilihan positif.
Shinta, yang setia mendampingi, juga aktif berinteraksi. Ia terlihat sesekali membimbing anak-anak dalam membaca buku, mendorong mereka untuk tidak takut bermimpi besar, dan meyakinkan bahwa kebiasaan kecil seperti membaca secara konsisten akan menjadi jembatan menuju masa depan yang gemilang.
Kehadirannya melengkapi pesan yang disampaikan Bupati, memberikan sentuhan kehangatan dan dukungan.
Menutup kunjungannya, Bupati Aneng kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung penuh pengembangan literasi di Kepulauan Anambas.
Baginya, perpustakaan bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan sebuah “ruang hidup” yang vital untuk menumbuhkan generasi yang unggul dan berdaya saing.
“Anak-anak Anambas tidak boleh kalah dalam persaingan global. Kuncinya sederhana: membaca, belajar tanpa henti, dan berani bermimpi setinggi-tingginya. Dari sinilah, dari semangat literasi ini, masa depan cerah daerah kita akan lahir dan berkembang,” pungkasnya, yang disambut tepuk tangan meriah dan penuh harapan dari anak-anak. Momen ini menjadi pengingat bahwa investasi pada literasi adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa. (jul)













